KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Ketegangan antara Pakistan dan Afghanistan meningkat tajam setelah serangan udara Pakistan menghantam sejumlah kota besar, termasuk Kabul dan Kandahar. Pemerintahan Taliban menyatakan siap membuka jalur negosiasi, meskipun situasi di lapangan disebut telah berkembang menjadi “perang terbuka”. Serangan ini menjadi yang pertama secara langsung menargetkan pemerintahan Taliban, di tengah tuduhan Islamabad bahwa Afghanistan melindungi militan yang berupaya menggulingkan pemerintah Pakistan. Juru bicara Taliban menyebutkan bahwa serangan pada Jumat (27/2/2026) menimbulkan korban sipil, meskipun tidak merinci jumlahnya. Di Kabul, asap hitam tebal terlihat membumbung dari dua lokasi yang menjadi sasaran serangan, disertai kobaran api besar yang terekam dalam video terverifikasi.
Pakistan Bombardir Kabul, Taliban Siap Negosiasi di Tengah Ancaman Perang Terbuka
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Ketegangan antara Pakistan dan Afghanistan meningkat tajam setelah serangan udara Pakistan menghantam sejumlah kota besar, termasuk Kabul dan Kandahar. Pemerintahan Taliban menyatakan siap membuka jalur negosiasi, meskipun situasi di lapangan disebut telah berkembang menjadi “perang terbuka”. Serangan ini menjadi yang pertama secara langsung menargetkan pemerintahan Taliban, di tengah tuduhan Islamabad bahwa Afghanistan melindungi militan yang berupaya menggulingkan pemerintah Pakistan. Juru bicara Taliban menyebutkan bahwa serangan pada Jumat (27/2/2026) menimbulkan korban sipil, meskipun tidak merinci jumlahnya. Di Kabul, asap hitam tebal terlihat membumbung dari dua lokasi yang menjadi sasaran serangan, disertai kobaran api besar yang terekam dalam video terverifikasi.
TAG:
- Afghanistan
- Pakistan
- Qatar
- Taliban
- Antonio Guterres
- Konflik Pakistan Afghanistan
- Serangan Udara Pakistan
- krisis kemanusiaan Afghanistan
- perang terbuka Pakistan Taliban
- PBB gencatan senjata
- Taliban Pakistan TTP
- diplomasi Qatar Afghanistan
- eskalasi konflik perbatasan
- Antonio Guterres Pakistan Afghanistan
- Khawaja Muhammad Asif