Pakistan hentikan penyelidikan antidumping kertas asal Indonesia



JAKARTA. Komisi Tarif Nasional Pakistan (National Tariff Commission/NTC) menghentikan penyelidikan antidumping produk certain paper asal Indonesia pada 29 September 2011. Selain Indonesia, penyelidikan itu pun dihentikan untuk produk sejenis asal China, Jepang, dan Thailand. Menurut Direktur Pengamanan Perdagangan Ditjen Kerja Sama Perdagangan Internasional Kementerian Perdagangan Ernawati, otoritas Pakistan itu menghentikan penyelidikan setelah produsen kertas Pakistan menarik permohonan anti dumpingnya pada 26 September 2011. Hal itu dilakukan setelah Pengadilan Tinggi Lahore memutuskan tindakan Commission tidak sah. Jauh sebelum keputusan itu, penyelidikan antidumping terhadap produk certain paper dimulai pada 4 Desember 2010. Hal itu dilakukan atas permohonan perusahaan kertas Pakistan bernama Packages Limited. Kementerian Perdagangan lalu berkoordinasi dengan Sinar Mas Group dan menyampaikan sanggahan tertulis pada NTC. Lalu, pada Maret 2011, importir Pakistan mengajukan gugatan terhadap NTC pada Pengadilan Tinggi Lahore. Hal itu diajukan karena inisiasi penyelidikan yang mengatasnamakan Commission tidak memenuhi kuorum yang seharusnya terdiri dari ketua dan dua anggota. Selama inisiasi penyelidikan, jelasnya, preliminary determination dan final determination dibuat atas nama Commission yang hanya terdiri dari ketua dan satu anggota. Pengadilan Tinggi Lahore akhirnya memutuskan bahwa keputusan yang dibuat atas nama Commission tidak sah karena tidak memenuhi kuorum. Berdasarkan data Trademap, nilai impor Pakistan dari Indonesia untuk HS 4810 pada 2009 tercatat sebesar US$ 18,6 juta. Angka itu meningkat 5,9% menjadi US$ 19,7 juta pada 2010. Sementara, impor untuk HS 4802 tercatat sebesar US$ 29,4 juta pada 2009. Nilai itu meningkat 2% menjadi US$ 30 juta pada 2010. Setelah Indonesia, China, Thailand, dan Swedia tercatat menjadi pengekspor utama produk certain paper ke Pakistan. Selain Pakistan, Indonesia pun mengekspor HS 4810 ke Vietnam dengan nilai mencapai US$ 858,6 juta. Sementara ekspor produk HS 4802 ke Jepang mencapai US$ 2,1 miliar pada 2010.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Editor: Djumyati P.