KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Pakuwon Jati Tbk (
PWON) membukukan kinerja yang relatif stabil pada semester I-2026 di tengah meningkatnya ketidakpastian ekonomi global.
Sepanjang semester I-2026, PWON mencatatkan total pendapatan sebesar Rp 3,37 triliun, relatif stabil dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Sementara itu, pendapatan
recurring income tumbuh 7% secara tahunan menjadi Rp 2,89 triliun dari Rp 2,69 triliun pada semester I-2025.
Baca Juga: PWON Andalkan Landbank 521 Hektar untuk Dukung Ekspansi Jangka Panjang Director and Corporate Secretary Pakuwon Jati Minarto Basuki mengatakan, PWON tetap mampu menjaga ketahanan bisnis di tengah tantangan ekonomi melalui kekuatan portofolio pendapatan berulang. “PWON membukukan kinerja keuangan yang stabil pada semester pertama tahun 2026 di tengah meningkatnya ketidakpastian ekonomi global, didukung oleh kekuatan berkelanjutan dari portofolio
recurring income," ujar Minarto dalam keterangan resminya, Jumat (31/7/2026).
Ia melanjutkan, Pakuwon Jati juga kembali menunjukkan ketangguhan model bisnis melalui pertumbuhan basis pendapatan
recurring income sebesar 7% menjadi Rp 2,89 triliun dibandingkan Rp 2,69 triliun pada periode yang sama tahun lalu.
Pertumbuhan ini berhasil mengimbangi moderasi pendapatan
development yang disebabkan oleh perbedaan waktu pengakuan pendapatan dari serah terima unit.
Dari sisi profitabilitas, laba kotor PWON naik 2% menjadi Rp 1,92 triliun dari Rp 1,88 triliun pada semester I-2025. Sementara itu, EBITDA meningkat 3% menjadi Rp 1,88 triliun dibandingkan Rp 1,82 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya. Pertumbuhan
recurring income terutama ditopang oleh kinerja segmen retail mal dan hospitality. Pendapatan retail mal meningkat 7% menjadi Rp 2,06 triliun dari Rp 1,92 triliun pada semester I-2025. Adapun pendapatan hospitality naik 15% menjadi Rp 709 miliar dari Rp 618 miliar. Di sisi lain, pendapatan
office leasing turun 16% menjadi Rp 124 miliar dibandingkan Rp 147 miliar pada periode yang sama tahun lalu.
Baca Juga: Pakuwon Jati (PWON) Anggarkan Capex Rp 2,2 Triliun untuk Mall, Hotel dan Proyek Baru Berdasarkan kontribusi pendapatan per segmen, retail leasing menjadi penyumbang terbesar dengan porsi 61% dari total pendapatan, diikuti hotel dan serviced apartment sebesar 21%, office leasing 4%, condominium sales 8%, landed houses sales 5%, serta office sales sebesar 1%. Sementara itu,
marketing sales PWON pada semester I-2026 tercatat sebesar Rp 565 miliar, turun 6% dibandingkan Rp 603 miliar pada periode yang sama tahun lalu.
Manajemen menyebut sekitar 42% dari total marketing sales berasal dari program insentif Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) yang telah berlaku sejak akhir 2023. Adapun komposisi
marketing sales sepanjang semester I-2026 terdiri dari penjualan condominium dan office sebesar 67%, sedangkan
landed houses menyumbang 33%. Dari sisi investasi, hingga semester I-2026 Perseroan telah merealisasikan belanja modal atau capital expenditure (Capex) sebesar Rp 412 miliar. Dana tersebut terutama dialokasikan untuk pembiayaan proyek konstruksi Pakuwon Mall Surabaya tahap 5. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News