KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Pakuwon Jati Tbk (
PWON) menyiapkan alokasi belanja modal atau
capital expenditure (capex) sekitar Rp 2,2 triliun pada 2026.
Director of Business Development PWON Ivy Wong mengatakan, alokasi capex tahun ini akan difokuskan untuk pengembangan mall, hotel, condominium, serta akuisisi lahan dan aset. “Fokus penggunaan
capex meliputi pengembangan mall, hotel, condominium, serta land and asset acquisition yang sejalan dengan strategi ekspansi Perseroan dalam memperkuat portofolio
mixed-use development," ujar Ivy kepada Kontan.co.id, pekan lalu.
Sejumlah proyek yang saat ini masih dalam tahap pembangunan antara lain Pakuwon Mall Surabaya Phase 5 Extension, Kota Kasablanka Phase 4 Extension, serta pengembangan proyek baru di Semarang.
Baca Juga: Sistem Keselamatan Transportasi Harus Dievaluasi Secara Komprehensif Selain itu, PWON juga telah menyiapkan sejumlah
pipeline proyek berikutnya, termasuk pengembangan
mixed-use di Batam dan Gandaria City Extension. "Di tengah berbagai tantangan ekonomi dan pasar, PWON tetap berkomitmen untuk menjalankan strategi ekspansi yang telah direncanakan. Seluruh proyek yang sedang berjalan maupun yang telah masuk dalam pipeline Perseroan hingga saat ini masih berlangsung sesuai rencana," jelas Ivy. Di tengah ekspansi tersebut, kinerja operasional perseroan pada awal tahun masih menunjukkan pertumbuhan. Pada kuartal I-2026, PWON mencatat pendapatan sebesar Rp1,65 triliun atau tumbuh 6% YoY.
Recurring revenue meningkat 8% menjadi Rp1,43 triliun, sedangkan EBITDA naik 10% menjadi Rp916 miliar. Sementara dari sisi
marketing sales, perseroan membukukan Rp316 miliar pada kuartal I-2026 atau turun sekitar 4% YoY. PWON mengakui kondisi pasar properti tahun ini masih dibayangi tantangan dari perlambatan ekonomi, tingginya suku bunga, hingga ketidakpastian global yang membuat konsumen lebih selektif.
Baca Juga: Pakuwon Jati (PWON) Optimistis Hadapi 2026, Recurring Income Jadi Penopang Kinerja Meski begitu, pihaknya
menilai model bisnis berbasis
recurring income masih memberikan ketahanan yang kuat. Hal ini ditopang oleh aset-aset
retail, hospitality, dan perkantoran yang berkualitas, khususnya yang terintegrasi dalam kawasan
mixed-use development. PWON juga masih melihat prospek jangka panjang industri properti Indonesia tetap menarik, didukung populasi besar, urbanisasi yang terus meningkat, serta kebutuhan hunian dan ruang komersial yang masih berkembang. “Meskipun kami memperkirakan pasar masih akan bergerak secara lebih selektif dibandingkan periode ekspansi sebelumnya, kami melihat peluang pertumbuhan tetap terbuka bagi pengembang yang memiliki produk berkualitas, lokasi strategis, dan ekosistem yang kuat," pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News