KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Pakuwon Jati (
PWON) berhasil mencatat kinerja yang stabil pada kuartal pertama tahun 2026, di tengah meningkatnya ketidakpastian ekonomi global. Hinggaakhir Maret 2026, PWON tercatat membukukan pendapatan sebesar Rp 1,65 triliun,
meningkat 6% dibandingkan pendapatan pada periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 1,56 triliun. Laba kotor juga terpantau meningkat 10% menjadi Rp 941 miliar, dibandingkan Rp 857 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara EBITDA mengalami peningkatan 10% dari Rp 834 miliar menjadi Rp 916 miliar.
Baca Juga: Pendapatan dan Laba Pakuwon Jati (PWON) Bertumbuh Sepanjang 2025 Dengan demikian, laba bersih PWON mengalami peningkatan 29,31% menjadi Rp 390 miliar, dari posisi sebelumnya Rp 301,59 miliar pada periode kuartal I-2025. Direktur Pakuwon Jati Minarto Basuki, menyampaikan pendapatan
recurring pada kuartal pertama tercatat meningkat 8% menjadi Rp 1,43 triliun. Pendapatan ini terdiri atas segmen
retail mal, office leasing, dan
hospitality.
PWON mencatat pertumbuhan 9% untuk segmen retail mal menjadi Rp 1,03 triliun, dibandingkan posisi yang sama di tahun 2025 senilai Rp 947 miliar.
Sementara pendapatan
office leasing tercatat sebesar Rp 62 miliar, atau turun 11%.
“Dan pendapatan
hospitality sebesar Rp 340 miliar, naik 11% dibanding tahun lalu sebesar Rp 305 miliar,” ungkap Minarto, dalam siaran pers, Kamis (30/4/2026).
Baca Juga: Pakuwon Jati (PWON) Catat Marketing Sales Rp 316 Miliar per Kuartal I-2026 Berdasarkan revenue per segment, pendapatan PWON terbagi atas
revenue dari: retail leasing 63%, hotel dan
serviced apartment 20%,
office leasing 4%,
condominium 8% dan
landed houses sales 5%. Di sisi
marketing sales, angkanya tercatat sebesar Rp 316 miliar pada kuartal I-2026, atau menurun 4% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 331 miliar.
Adapun, sekitar 34% dari total
marketing sales perusahaan berasal dari program insentif PPNDTP yang telah berlaku sejak akhir tahun 2023.
Baca Juga: Pakuwon Jati (PWON) Siapkan Capex Rp 2,2 Triliun di Tahun 2026 Sebagai tambahan informasi, PWON telah merealisasikan penggunaan belanja modal atau
capital expenditure (Capex) sebesar Rp 164 miliar per kuartal I-2026,
yang digunakan terutama untuk pembiayaan proyek konstruksi Pakuwon Mall Surabaya tahap 5. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News