Pakuwon Jati (PWON) Putuskan Tebar Dividen, Ini Besarannya



KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Emiten properti, PT Pakuwon Jati Tbk (PWON) resmi membagikan dividen tunai senilai Rp4 per saham pada Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang berlangsung di Sheraton Grand Jakarta, Selasa (5/7).

Deviden tersebut diambil dari tahun buku 2021 sebesar Rp 193 miliar, setara dengan 14% dari Rp 1,383 miliar laba bersih tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada entitas induk.

Direktur Direktur Keuangan dan Corporate Secretary Perseroan, Minarto, enyampaikan bahwa RUPS telah menyetujui pembagian deviden senilai Rp 4 per lembar saham ini, menggambarkan komitmen berkelanjutan Perseroan kepada para pemegang-saham PWON dan momentum kebangkitan ekonomi akibat Covid-19.


"Selain untuk pembayaran dividen, sebesar Rp 1 miliar dialokasikan untuk dana cadangan dan sisanya diinvestasikan kembali dalam Perseroan untuk memperkuat basis pertumbuhan pendapatan recurring maupun development Perseroan," terang Minarto dalam keterangan yang diterima Kontan, Selasa (5/7).

Baca Juga: Bisnis Mall Moncer, Begini Strategi Pakuwon Jati (PWON) pada Tahun Ini

Pada tahun 2021, PWON membukukan pendapatan bersih tahunan 2021 Rp 5,713 triliub atau naik 43,7% dari tahun sebelumnya yang sebesar Rp 3,977 triliun. Laba Bruto tahun 2021 tercatat Rp 2,764 triliun, naik 42,4% dibanding tahun lalu Rp 1,941 triliun. Sedangkan EBITDA sebesar Rp 2,916 triliun, naik 42,2% dibanding tahun sebelumnya Rp 2,051 triliun.

Minarto menyampaikan, komposisi pendapatan tahun 2021 terdiri atas 47% recurring revenue dan 53% development revenue. Ia berkata, hal ini konsisten dengan strategi Perseroan untuk tumbuh dengan komposisi pendapatan yang berimbang antara recurring dan development revenue.

Recurring revenue Perseroan tahun 2021 mencapai Rp 2,698 triliun naik 17,3% dibandingkan tahun 2020 yang sebesar Rp 2,300 triliun. Development revenue Perseroan tahun 2021 mencapai Rp 3,016 triliun naik 79,8% dibanding tahun lalu sebesar Rp 1,677 triliun.

Berdasarkan revenue per segmen, kontribusi terbesar didapatkan dari retail leasing dan condominium sales masing masing 33,8% dan 32,6%, disusul landed houses 17,9%, Hotel dan Serviced Apartments 8,8% , office leasing 4,6%, dan office sales 2,3%.

Baca Juga: Kenaikan Pendapatan Emiten Properti Tak Seragam, Begini Rekomendasi Analis

Minarto juga mencatat peningkatan marketing sales 2021 yang naik 40%. Ia berpendapat, tingkat suku bunga yang rendah dan fasilitas insentif PPN telah mendorong kenaikan marketing PWON tahun 2021 yang mencapai Rp 1,434 triliun, tumbuh 40% dibandingkan tahun lalu sebesar Rp 1,026 triliun.

"Nilai marketing sales tersebut melebihi target Perseroan tahun 2021 yang sebesar Rp 1,400 triliun. Komposisi penjualan tahun 2021 adalah, landed houses 52% serta condominium dan office sebesar 48%," sambungnya.

Adapun mengenai belanja modal, pengeluaran PWON tahun 2021 banyak dikucurkan untuk membiayai proyek-proyek konstruksi Pakuwon Mall Bekasi, East Coast Mansion, Pakuwon Mall phase 3 dan 4, dan Kota Kasablanka Phase 2 sebesar Rp 605 miliar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Noverius Laoli