KONTAN.CO.ID - JAKARTA.
PT Pakuwon Jati Tbk (
PWON) menyiapkan
alokasi belanja modal atau
capital expenditure (capex) sebesar Rp 2,2 triliun pada 2026.
Dana tersebut akan difokuskan untuk pengembangan lanjutan proyek superblock serta akuisisi tanah dan aset operasional guna mendukung pertumbuhan jangka panjang. Director of Business Development PWON Ivy Wong mengatakan, alokasi capex 2026 disusun selaras dengan strategi pertumbuhan Perseroan yang berkelanjutan.
Dari total capex tersebut, hampir separuh akan dialokasikan untuk pengembangan proyek, khususnya superblock yang telah menjadi tulang punggung bisnis PWON.
Baca Juga: ALI: Bisnis Logistik Berpeluang Tumbuh 6%–8% pada 2026 “Alokasi penggunaan capex pada 2026 adalah 49% diarahkan untuk pengembangan lanjutan proyek superblock baik yang existing maupun lahan baru,” ungkap Ivy, kepada
Kontan.co.id, Selasa (3/2).
Menurut pemaparan Ivy, Perusahaan secara berkelanjutan melakukan strategi peluang pengembangan proyek baru, sejalan dengan strategi pertumbuhan jangka panjang dan kondisi pasar. Untuk tahun 2026, Perusahaan menargetkan untuk meluncurkan produk apartemen di lokasi tahap lanjutan dari Superblock Kota Kasablanka, meluncurkan produk Landed House di Township Surabaya.
Selain peluncuran, Perusahaan juga melanjutkan pengembangan atas penambahan superblock Kota Kasablanka, superblock Pakuwon Mall dan pengembangan superblock Semarang. Sementara itu, sisa capex atau sekitar 51% akan digunakan untuk memperkuat basis aset Perseroan, dengan akuisisi tanah dan operating asset.
Ia menyebutkan, strategi alokasi capex ini dirancang untuk menjaga keseimbangan antara ekspansi dan kesehatan keuangan perusahaan, sekaligus memperkuat recurring income di masa mendatang. Sepanjang 2025, kinerja PWON menunjukkan ketahanan yang solid baik dari sisi marketing sales maupun kinerja keuangan.
“Di tengah kondisi pasar properti yang masih selektif, kami tetap menerapkan strategi penjualan yang disiplin terutama melalui proyek-proyek superblock yang telah matang dan memiliki ekosistem terintegrasi,” ktanya.
Dari sisi operasional, kinerja pusat perbelanjaan menunjukkan tren yang sehat dan terus membaik. Hal ini tercermin dari tingkat okupansi mal yang terjaga pada level yang tinggi, serta peningkatan trafik pengunjung secara bertahap sepanjang tahun.
“Kondisi ini berdampak positif memperkuat kontribusi pendapatan berulang Perusahaan. Secara keuangan, recurring income memberikan stabilitas arus kas di tengah dinamika pasar,” lanjutnya.
Baca Juga: Industri Tekstil Mulai Pulih, Tumbuh 4,37% pada Kuartal IV 2025 Di segmen hospitality, Perusahaan menambah tiga portofolio hotel baru sepanjang 2025, yang memperluas basis pendapatan berulang sekaligus memperkuat sinergi dengan kawasan superblock yang telah beroperasi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News