Pakuwon Jati (PWON) Targetkan Marketing Sales Rp 1,5 Triliun pada Tahun 2024



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Pakuwon Jati Tbk (PWON) menargetkan marketing sales atau pendapatan pra penjualan hingga tutup tahun 2023 ini senilai Rp 1,35 triliun. 

Director and Corporate Secretary Pakuwon Jati Minarto Basuki menambahkan di tahun depan atau tahun 2024, perseroan telah menetapkan marketing sales lebih tinggi yaitu senilai Rp 1,5 triliun. 

“Prospek properti di tahun 2024 kami targetkan marketing sales Rp 1,5 T akan lebih baik dibanding tahun 2023 dengan adanya kebijakan PPN DTP,” ungkap Minarto kepada Kontan, Jumat (15/12).


Baca Juga: Simak Rencana Jangka Panjang Pakuwon Jati (PWON)

Sebagai tambahan informasi, PPN DTP adalah insentif pajak pertambahan nilai yang ditanggung pemerintah untuk pembelian rumah seharga Rp 2 miliar hingga Rp 5 miliar.

Hal tersebut tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 120 Tahun 2023 tentang Pajak Pertambahan Nilai atas Penyerahan Rumah Tapak dan Satuan Rumah Susun yang Ditanggung Pemerintah Tahun Anggaran 2023.

Kemudian, terkait land bank yang saat ini dimiliki perseroan Minarto mengatakan per-kuartal 3 tahun 2023 atau hingga akhir September ini total land bank yang dimiliki adalah seluar 481,7 hektar (ha).

 
PWON Chart by TradingView

“Sekitar 11% sedang dikembangkan pada tahun berjalan yaitu project Pakuwon Mall Bekasi, Pakuwon City Mall Surabaya Extension, dan Landed house di Pakuwon City dan Grand Pakuwon Surabaya,” tutupnya. 

Jika melihat pada kinerja keuangan perseroan selama 9 bulan, PWON berhasil membukukan pendapatan bersih sebesar Rp 4,56 triliun hingga kuartal ketiga tahun 2023. Angka ini naik tipis 1,6% year on year (YoY) dari tahun sebelumnya yang sebesar Rp 4,49 triliun. 

Komposisi penjualan hingga triwulan III 2023 adalah landed houses 38% serta condominium dan office sebesar 58% dan 4%. Bersamaan dengan itu, laba bersih tercatat sebesar Rp1,48 triliun hingga kuartal III/2023, naik 24,82% year-on-year (YoY). Dan EBITDA meningkat hingga 2,7% menjadi Rp 2,50 triliun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Handoyo .