Paladium lebih kinclong didukung China-Eropa



JAKARTA. Pamor paladium makin kinclong dalam sepekan terakhir. Optimisme permintaan bakal bagus, mampu memoles harga paladium.

Mengutip Bloomberg, Jumat (5/5), harga paladium kontrak pengiriman Juni 2017 di New York Mercantile Exchange ditutup di level US$ 813,05 per ons troi, naik 1,55% dibandingkan hari sebelumnya.

Kenaikan harga dipengaruhi beberapa faktor, diantaranya dirilisnya data tenaga kerja AS, Jumat (5/5) lalu. Kenaikan tenaga kerja yang terserap sebanyak 211.000, dan penurunan angka pengangguran dari 4,5% menjadi 4,4% menyokong harga komoditas logam mulia ini. Artinya, ada indikasi permintaan membaik seiring pemulihan ekonomi di Paman Sam.


Direktur Utama PT Garuda Berjangka Ibrahim mengatakan, katalis juga bersumber dari membaiknya kondisi manufaktur di Eropa. Ini sinyal positif bagi permintaan logam. Apalagi, pembangunan infrastruktur di China juga menguat. "Semakin banyak China membangun infrastruktur, mereka membutuhkan bahan campuran paladium yang semakin banyak," ujar Ibrahim.

Kontribusi China juga datang dari pasar otomotif. Penjualan mobil di China tumbuh 7% di kuartal I 2017, menjadikannya periode terkuat sejak 2014. Hal ini membuat kebutuhan paladium yang menjadi bahan baku pembuatan mobil semakin meningkat.

Namun, harga penutupan pasar pekan lalu belum mampu mengungguli harga paladium pekan sebelumnya. Paladium menyentuh harga tertinggi sepanjang tahun ini pada Jumat (28/4), yaitu di level US$ 826,70 per ons troi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Dupla Kartini