JAKARTA. Pemerintah telah meneken joint declaration dengan pemerintah Swiss terkait implementasi pertukaran informasi keuangan secara otomatis atau dikenal dengan istilah Automatic Exchange of Information (AEoI) untuk keperluan perpajakan kedua negara. Satu per satu negara strategis lainnya pun siap didekati oleh pemerintah. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, setelah dengan Swiss, Indonesia akan memproses perjanjian bilateral tentang pertukaran informasi keuangan dengan negara-negara yang dianggap penting oleh Pemerintah Indonesia. Pasalnya, meski sudah ada 68 negara yang melakukan perjanjian multilateral untuk AEoI, ada beberapa negara yang tetap memiliki klausul tambahan. "Bagi Indonesia, negara yang penting adalah Singapura, Hong Kong, Swiss, Makau, Inggris, Amerika Serikat, dan Australia," ujar Sri Mulyani usai penandatanganan joint declaration dengan Swiss, Selasa (4/7). Sebelumnya, Indonesia sudah meneken perjanjian bilateral dengan Hong Kong terkait AEoI.
Paling krusial memburu harta di Singapura
JAKARTA. Pemerintah telah meneken joint declaration dengan pemerintah Swiss terkait implementasi pertukaran informasi keuangan secara otomatis atau dikenal dengan istilah Automatic Exchange of Information (AEoI) untuk keperluan perpajakan kedua negara. Satu per satu negara strategis lainnya pun siap didekati oleh pemerintah. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, setelah dengan Swiss, Indonesia akan memproses perjanjian bilateral tentang pertukaran informasi keuangan dengan negara-negara yang dianggap penting oleh Pemerintah Indonesia. Pasalnya, meski sudah ada 68 negara yang melakukan perjanjian multilateral untuk AEoI, ada beberapa negara yang tetap memiliki klausul tambahan. "Bagi Indonesia, negara yang penting adalah Singapura, Hong Kong, Swiss, Makau, Inggris, Amerika Serikat, dan Australia," ujar Sri Mulyani usai penandatanganan joint declaration dengan Swiss, Selasa (4/7). Sebelumnya, Indonesia sudah meneken perjanjian bilateral dengan Hong Kong terkait AEoI.