Palm Co Direncanakan IPO pada Tahun Ini, Begini Komentar PTPN Group



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Perkebunan Nusantara III (Persero) atau PTPN Group selaku induk holding BUMN perkebunan menanggapi rencana penawaran saham perdana atau Initial Public Offering (IPO) salah satu subholding-nya di bidang industri sawit, yakni Palm Co.

Corporate Secretary PTPN III Bambang Agustian mengatakan, saat ini PTPN masih menyusun progress persiapan aksi korporasi yang akan dilakukan perusahaan tersebut sesuai dengan arahan Kementerian BUMN, seperti penggabungan subholding Palm Co dan Supporting Co.

“Hal-hal terkait dengan teknis persiapan aksi korporasi PTPN dan kajian strategis lainnya masih menunggu arahan dari Kementerian BUMN selaku pemegang saham perusahaan,” ujar dia, Senin (19/6).


Baca Juga: Cuaca Panas, Harga CPO Naik ke Level Tertinggi 10 Pekan

Sebagaimana yang diketahui, Palm Co terbentuk melalui hasil spin off atau pemisahan unit usaha dari PTPN IV. Palm Co sebelumnya diberitakan akan melakukan IPO pada 2023 dengan mengincar dana sekitar Rp 5 triliun sampai Rp 10 triliun setelah melepas 20% saham ke pasar modal. Dana tersebut akan dipakai untuk investasi berbagai proyek hilirisasi industri sawit.

Bambang juga memaparkan rencana pengembangan PT Sinergi Gula Nusantara (SGN) atau Sugar Co yang dibentuk oleh PTPN Group pada 17 Agustus 2021 lalu. Sugar Co menjadi subholding dari PTPN di industri gula. Pada Oktober 2022 lalu, pemisahan sebagian aset bisnis gula off farm dari PTPN Gula kepada Sugar Co telah efektif terlaksana.

Baca Juga: Harga CPO Kembali Bergairah, Intip Prospeknya

Sugar Co akan mengemban tugas PTPN Group untuk mencapai swasembada gula konsumsi dan peningkatan produksi bioethanol paling lambat pada 2030 mendatang. Oleh karena itu, Sugar Co memerlukan kemitraan strategis dalam rangka mencapai target tersebut. “Saat ini, kami sedang melakukan penyusunan rencana bisnis Sugar Co dengan mitra strategis terpilih,” imbuh Bambang.

Dia menegaskan, wacana IPO Sugar Co masih dalam tahap diskusi dan belum ada rencana pasti terkait jadi atau tidaknya perusahaan tersebut untuk melantai di bursa saham.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Handoyo .