Palma Serasih (PSGO) Bidik Laba Bersih Rp 309 Miliar di 2023



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Di tengah tren penurunan harga CPO, PT Palma Serasih Tbk (PSGO) menargetkan pendapatan Rp 2,72 triliun. Sementara laba bersih diproyeksikan sebesar Rp 309 miliar di 2023.

Direktur PSGO Astrida Niovita Bachtiar mengatakan bahwa tahun ini pasar CPO mengalami sejumlah tantangan, salah satunya ketidakpastian harga komoditas kelapa sawit. Selain itu dari proyeksi perlambatan ekonomi dunia, dan kondisi geopolitik yang masih berlanjut.

Oleh sebab itu, Palma Serasih berencana untuk meningkatkan efisiensi. Adapun upaya yang dilakukan dengan perluasan program mekanisasi dan optimalisasi TI.


Maklum, kinerja kuartal I-2023 PSGO merosot. Merujuk laporan keuangannya, pendapatan PSGO terkikis 9,41% menjadi Rp 521,48 miliar dari Rp 576,08 miliar.

Baca Juga: Palma Serasih (PSGO) Anggarkan Capex Rp 497 Miliar di 2023

Adapun laba bersih Palma Serasih melorot 82,77% menjadi Rp 16,48 miliar dari Rp 95,65 miliar. Merosotnya laba bersih Palma Serasih akibat kenaikan sejumlah beban.

Selain itu, Astrida mengatakan penurunan juga akibat anomali pada harga CPO di tahun lalu. "Tahun 2022, perseroan menjual CPO dengan harga Rp 14.000 per ton, sementara tahun ini harga jual menjadi Rp 11.300 per ton," ujarnya kepada Kontan.co.id, Rabu (31/5).

Mengatasi harga jual, Palma Serasih bakal memperluas pangsa pasar. Sayangnya, pihaknya belum membeberkan lebih jauh. Kemudian Palma Serasih juga akan meningkatkan produksi.

Adapun untuk produksi TBS inti dan plasma ditargetkan tumbuh 38% dari realisasi tahun lalu menjadi Rp 650.000 ton. Lalu, produksi CPO diharapkan tumbuh 37% menjadi 202.204 ton dan produksi palm kernel sebesar 34.452 ton.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Anna Suci Perwitasari