KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kinerja PT Perkebunan Nusantara IV PalmCo membukukan Return on Asset (ROA) unaudited sebesar 7,9% pada tahun buku 2025. Ini meningkat dari tahun sebelumnya yang hanya 5,3%. Capaian ini hanya melampaui target internal perusahaan yang semula ditetapkan 4,9%. Tren kenaikan ini bahkan sudah terlihat sejak 2023, ketika rasio pengembalian aset perusahaan masih berada di angka 3,88%. Artinya, dalam kurun waktu tiga tahun, profitabilitas aset PalmCo meningkat lebih dari dua kali lipat. Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko K. Santosa, menilai capaian tersebut bukan semata didorong oleh pergerakan harga komoditas sawit, melainkan hasil dari pembenahan struktural yang konsisten.
“Kenaikan ROA ini menunjukkan adanya perbaikan fundamental yang berkelanjutan. Strategi peremajaan tanaman dan ketepatan investasi, digitalisasi operasional, serta efisiensi biaya mulai berdampak langsung pada kualitas dan produktivitas aset,” ujar Jatmiko dalam keterangannya, Senin (2/2/2026).
Baca Juga: PalmCo Perkuat Modernisasi dan Digitalisasi Perkebunan Penguatan kinerja PalmCo ini relevan dengan arah kebijakan pemerintah yang menekankan efisiensi dan produktivitas aset BUMN. Pemerintah terus mendorong pentingnya BUMN tidak hanya besar dari sisi penguasaan aset, tetapi juga mampu menghasilkan laba yang sepadan dengan standar korporasi global. Dengan capaian 7,9%, PalmCo kian mendekati target jangka panjang perusahaan pada 2029, yakni ROA sebesar 10%. “Kami memahami mandat pemerintah agar setiap aset negara memberi nilai tambah ekonomi. Posisi saat ini memberi keyakinan bahwa target ROA 10 persen bukan hal yang mustahil, bahkan berpeluang dicapai lebih cepat dari peta jalan yang ditetapkan,” kata Jatmiko. Selain ROA, indikator efisiensi modal PalmCo juga menunjukkan tren positif. Return on Invested Capital (ROIC) perusahaan pada 2025 tercatat sebesar 17,1%. Angka ini meningkat dari 12,73% pada 2024 dan 8,17% pada 2013. Realisasi ROIC tersebut melampaui target awal perusahaan sebesar 12,22%. Dalam industri perkebunan yang dikenal padat modal, ROIC di atas 17% mengindikasikan efektivitas pengalokasian belanja modal dan keberhasilan menekan biaya modal.
Baca Juga: PalmCo Pacu Mutu Teh Kayu Aro Hadapi Pasar Global Menurut Jatmiko, manajemen berupaya memastikan setiap investasi ditempatkan pada sektor dengan imbal hasil tinggi, seperti intensifikasi lahan serta penguatan sektor hilir. “ROIC yang baik menunjukkan bahwa pertumbuhan PalmCo dijalankan dengan disiplin. Ekspansi dilakukan secara terukur, dengan kualitas belanja modal yang akuntabel,” ujarnya.
Ke depan, PalmCo akan mempertahankan fokus pada peningkatan produktivitas di tingkat kebun serta pengembangan hilirisasi untuk meredam volatilitas harga komoditas global. Konsistensi pada efisiensi operasional dan pengelolaan aset dinilai menjadi kunci menjaga keberlanjutan kinerja perusahaan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News