KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Sub Holding PTPN III (Persero), PTPN IV PalmCo, melakukan rebranding dan penguatan standar mutu Kebun Teh Kayu Aro untuk menghadapi persaingan global. Kebun ini bukan hanya penting bagi perusahaan, tetapi juga bagi daerah. Kebun Teh Kayu Aro yang terletak di Kerinci, Jambi, kini resmi berusia 100 tahun. Kebun teh legendaris yang berdiri sejak 1925 ini menjadi simbol ketahanan, ingatan kolektif, sekaligus tonggak penting perjalanan industri teh nasional. Direktur Utama PTPN IV PalmCo Jatmiko K. Santosa menegaskan, Kayu Aro lebih dari sekadar aset bisnis. Kebun teh yang berada di ketinggian lebih dari 1.400 meter di atas permukaan laut tersebut merupakan bagian dari sejarah panjang industri perkebunan Indonesia.
“Selama 100 tahun, Kayu Aro menjadi saksi perjalanan industri teh dari masa ke masa. Hari ini kebun ini dikelola sepenuhnya oleh anak bangsa, dan itu menjadi kebanggaan tersendiri,” ujar Jatmiko dalam keterangan tertulisnya dikutip Minggu (18/1/2026).
Baca Juga: Laba Bersih PalmCo 2024 Melonjak, Dividen Rp1,5 Triliun Disetor ke Negara Ke depan, tantangan PalmCo tidak hanya menjaga keberlanjutan produksi, tetapi juga memastikan kualitas Teh Kayu Aro mampu bersaing di pasar global tanpa kehilangan pijakan di pasar domestik. Dengan begitu, manfaat ekonomi dapat dirasakan lebih luas, terutama oleh masyarakat sekitar perkebunan. Momentum satu abad dimaknai PalmCo sebagai ruang refleksi sekaligus akselerasi. Salah satu langkah konkret yang dilakukan adalah peluncuran kemasan baru teh seduh dan teh celup Kayu Aro. Rebranding ini ditujukan untuk menyegarkan identitas produk agar lebih relevan dengan selera konsumen masa kini, sekaligus tetap menonjolkan karakter historisnya. “Transformasi dilakukan melalui modernisasi dan digitalisasi, tetapi nilai historis dan keunikan Kayu Aro tetap dijaga,” ujar Direktur Strategi dan Sustainability PTPN IV PalmCo Ugun Untaryo. Ia menambahkan, peningkatan produktivitas dan penguatan standar kualitas menjadi fondasi utama pengelolaan kebun teh di abad kedua. Dari sisi bisnis, kinerja ritel Teh Kayu Aro menunjukkan tren positif. Sejak 2008, sekitar 4,5% dari total produksi teh PTPN IV disuplai oleh Kebun Teh Kayu Aro.
Baca Juga: PTPN IV PalmCo Dorong Petani Sawit Naik Kelas Teh Kayu Aro yang dikenal memiliki aroma kuat dan cita rasa premium ini bahkan pernah menjadi favorit keluarga kerajaan Belanda, termasuk Ratu Wilhelmina, Ratu Juliana, dan Ratu Beatrix, serta keluarga Kerajaan Inggris. Produk tersebut juga telah didistribusikan ke berbagai negara. PalmCo mengintegrasikan kegiatan produksi dengan pelestarian lingkungan serta edukasi sejarah, dengan memosisikan Kebun Teh Kayu Aro sebagai ekosistem berkelanjutan yang menggabungkan komoditas perkebunan, nilai konservasi, dan potensi agrowisata. Pemerintah Kabupaten Kerinci menilai Kebun Teh Kayu Aro sebagai bagian tak terpisahkan dari identitas daerah. Bupati Kerinci Monadi menyatakan kebun teh tersebut memiliki peran penting dalam menggerakkan perekonomian dan pariwisata setempat, sekaligus berharap sinergi antara pemerintah daerah dan PTPN IV PalmCo terus diperkuat guna mendorong kesejahteraan masyarakat. Memasuki abad kedua, PalmCo menyampaikan optimisme dengan menjadikan sejarah panjang Kayu Aro sebagai pijakan untuk melangkah ke fase baru. Direktur Utama PTPN IV PalmCo Jatmiko menegaskan bahwa usia satu abad menjadi awal babak baru untuk memperkuat kiprah Kayu Aro dan mengukuhkan Teh Kayu Aro sebagai salah satu standar kualitas teh dunia.
Di tengah persaingan global yang semakin ketat, Kayu Aro memilih strategi bertumpu pada mutu, pelestarian warisan, serta kemampuan beradaptasi dengan perkembangan zaman.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News