Pameran SIRHA Budapest 2026: Produk Indonesia Catat Transaksi US$ 1,41 Juta



KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Produk makanan dan minuman (mamin) serta produk sektor hotel, restoran, dan katering (horeka) Indonesia berhasil mencatatkan transaksi besar dalam ajang SIRHA Budapest 2026.

Nilai potensi transaksi yang dibukukan mencapai US$1,41 juta atau sekitar Rp23,79 miliar.

Pameran SIRHA Budapest 2026 digelar pada 3–5 Maret 2026 di Hungexpo Budapest Congress & Exhibition Center, Budapest, Hungaria.


Baca Juga: Kementerian ESDM Luncurkan IndoEBTKE ConEx 2026

Kepala Indonesia Trade Promotion Centre (ITPC) Budapest Suci Maharani mengatakan, capaian potensi transaksi tersebut menunjukkan tingginya minat pengunjung terhadap produk Indonesia.

Menurutnya, sebagian besar peminat berasal dari kawasan Eropa Tengah dan Timur (ETT).

Suci menilai, hasil tersebut mencerminkan daya saing produk Indonesia yang kuat di pasar Eropa Tengah dan Timur.

“Pasar di kawasan ETT memiliki minat yang sangat tinggi terhadap produk Indonesia. Paviliun Indonesia mampu mencatatkan potensi transaksi yang membanggakan meskipun situasi geopolitik di Ukraina dan Timur Tengah sedang menantang,” ujar Suci dalam keterangan tertulis, Jumat (13/3/2026).

Selama pameran berlangsung, Paviliun Indonesia dikunjungi lebih dari 27.000 pengunjung dari berbagai negara, antara lain Slovakia, Kroasia, Ceko, Polandia, Jerman, Portugal, dan Prancis.

Baca Juga: Ancol Targetkan Kenaikan Pengunjung 6% Saat Libur Lebaran 2026

Partisipasi Indonesia dalam SIRHA Budapest 2026 merupakan hasil sinergi Kementerian Perdagangan RI melalui Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional, ITPC Budapest, serta Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Budapest.

Sementara itu, Finance Director PT Maxindo Karya Anugerah Carolina Renata Djaja mengatakan, produknya mendapatkan respons positif dari para pengunjung pameran.

“Tamu-tamu yang mencoba camilan kami sangat terkesan dengan rasanya. Harapan besar kami adalah mendapatkan mitra distributor di Hungaria serta mitra bisnis yang dapat mengolah produk kerupuk setengah jadi (pellet) di wilayah Eropa Tengah,” ujar Carolina.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News