Pamor yen kandas di hadapan euro



JAKARTA. Rilis data pertumbuhan ekonomi Jepang kuartal IV 2016 yang hasilnya dibawah ekspektasi langsung melemahkan posisi mata uang yen di hadapan euro. Meski masih diwarnai sentimen negatif, posisi euro mampu lebih unggul.

Mengutip Bloomberg, Senin (13/2) pukul 17.50 wib pasangan mata uang EUR/JPY tercatat menguat 0,44% ke level 121,01 dibanding hari sebelumnya.

Deddy Yusuf Siregar, analis PT Asia Tradepoin Futures mengatakan penguatan yang dialami pasangan EUR/JPY ini terjadi karena teknikal rebound semata. Menurutnya saat ini posisi euro tetap dalam kondisi tertekan akibat kondisi geopolitik di kawasan Uni Eropa.


Rencana pemilu di Jerman dan Prancis cenderung menambah kekhawatiran investor karena tingkat ketidakpastian yang semakin tinggi. Belum lagi saat ini krisis ekonomi yang berkelanjutan di Yunani juga turut menambah kekhawatiran baru.

Sekarang ini Yunani membutuhkan bantuan dana ketiga sekitar 86 miliar euro atau setara dengan US$ 92 miliar. “Sebenarnya euro masih cukup rawan tekanan,” ujarnya kepada KONTAN, Senin (13/2).

Namun di tengah pengaruh fundamental yang negatif, mata uang euro masih diuntungkan dari hasil data pertumbuhan ekonomi Jepang yang melambat.

Kalau pada kuartal III 2016, GDP Jepang masih mampu tumbuh sekitar 0,3%, tetapi di kuartal IV 2016 hanya mampu tumbuh sekitar 0,2%. Secara tahunan pertumbuhan ekonomi Jepang tahun 2016 hanya mencapai 1% saja.

Menurutnya keunggulan euro terhadap yen masih bisa berlanjut hingga Selasa (14/2). Pergerakan pasangan kedua mata uang tersebut mendapatkan sentimen positif dari data pertumbuhan ekonomi Jerman yang diperkirakan tumbuh dari level 0,3% ke 0,5%. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Yudho Winarto