JAKARTA. PT Pan Brothers Tbk akan memfokuskan produksi mereka di Jawa Tengah. Hari Rabu (26/8) ini, mereka meresmikan satu pabrik baru hasil kongsi dengan Mitsubishi Corporation Jepang, yakni PT Eco Smart Garment Indonesia. Ludijanto Setijo Direktur Utama PT Pan Brothers Tbk, dalam pernyataan tertulis yang diterima KONTAN (25/8) menyatakan, pabrik baru ini akan menambah kapasitas produksi Pan Brothers. Ia menceritakan, PT Pan Brothers Tbk mulai fokus masuk ke Jawa Tengah sejak 2007-2008 yang lalu. Mereka membangun pabrik di Boyolali dan Sragen Jawa Tengah. Tahun ini PBRX terus melanjutkan ekspansi ke Jawa Tengah hingga tiga tahun ke depan. Targetnya agar kapasitas produksi bisa melonjak tiga kali lipat. Agar target ini terpenuhi, mereka telah menjalin kerjasama dengan Mitsubishi Coproration guna membangun pabrik-pabrik baru.
Saat ini ada empat pabrik sudah beroperasi termasuk PT Eco Smart Garment Indonesia. Selanjutnya akan ada tiga pabrik lain akan beroperasi pada tahun depan. Adapun kapasitas terpasang dari pabrik di Jawa Tengah saat ini sudah mencapai 70% dari total kapasitas produksi emiten berkode PBRX di Bursa Efek Indonesia ini. Sementara sebanyak 30% diproduksi pabrik yang ada di Tangerang Banten, dan Jawa Barat. Total kapasitas produksi saat ini mencapai 75 juta piece setara polo shirt per tahun. Jika semua pabrik baru bisa beroperasi tahun depan, maka kapasitas pabrik akan melonjak menjadi 96 juta piece garmen setara polo shirt. Manajemen PBRX juga optimistis untuk mendukung upaya pemerintah agar industri tekstil dan produk tekstil Indonesia pada 2020 bisa menyuplai sekitar 5% kebutuhan tekstil dan produk tekstil dunia. Saat ini Indonesia baru bisa menyuplai sekitar 1,8% kebutuhan tekstil dan produk tekstil dunia. Agar target ini bisa tercapai, Manajemen PBRX meminta pemerintah memberikan dukungan dengan lebih gencar membuat perjanjian bilateral maupun multilateral dengan negara-negara tujuan ekspor. Dengan cara ini, maka akan mempermudah masuknya produk Indonesia ke negara-negara tersebut. Seperti kita ketahui, sepanjang tahun ini, PBRX mengalokasikan belanja modal sekitar US$ 30 juta untuk membangun pabrik baru dan perawatan mesin. Adapun alokasi investasi untuk membangun pabrik di PT Eco Smart Garment Indonesia mencapai Rp 608 miliar. Dana ini diperoleh dari hasil penerbitan saham baru yang mengumpulkan dana Rp 1,01 triliun beberapa waktu lalu. Dalam analisa Pefindo yang dipublikasikan pada 4 Agustus 2015, tim Pefindo melihat bisnis PBRX masih optimistis tumbuh baik di pasar domestik maupun ekspor. Pertimbangannya meskipun pertumbuhan ekonomi Indonesia dan global tengah melambat, biasanya permintaan terhadap produk tekstil dan pakaian selalu meningkat. Apalagi indonesia merupakan pasar terbesar ke empat bagi produk tekstil global.
Dalam hitungan Pefindo, sejak 2009 -2014 omzet industri tekstil di Indonesia terus meningkat. Rata-rata sebesar 12% per tahun. Selain itu, pada kuartal I-2015 lalu, perusahaan tekstil ini juga mencatatkan pertumbuhan penjualan besar, terutama di pasar ekspor yakni 18%. Memang Ekspor PBRX ke Amerika Serikat dan Eropa anjlok masing-masing sebesar 17% dan 39%. Untuk penjualan di pasar lokal masih mengalami lonjakan 57%, meskipun kontribusinya masih kecil. Bisnis PBRX juga didukung kebijakan pemerintah memberikan subsidi ke perusahaan tekstil. Tahun ini, pemerintah mengalokasikan dana sekitar Rp 100 miliar untuk program peremajaan mesin untuk tekstil dan produk tekstil. Pemerintah diperkirakan telah menghabiskan subsidi sekitar Rp 1,4 triliun untuk meningkatkan daya saing ekspor. Walhasil, Pefindo memprediksi PBRX bisa
cuan US$ 12 juta pada tahun ini. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News