Panama Batalkan Konsesi Pelabuhan CK Hutchison, Sengketa Libatkan AS dan China



KONTAN.CO.ID - HONG KONG/PANAMA CITY. Pemerintah Panama resmi membatalkan konsesi dua pelabuhan strategis di sekitar Terusan Panama yang sebelumnya dikelola konglomerasi Hong Kong, CK Hutchison.

Keputusan ini memicu sengketa hukum internasional dan memperuncing rivalitas geopolitik antara Amerika Serikat dan China terkait jalur perdagangan global.

Dalam pernyataan resminya, CK Hutchison menyebut otoritas Panama telah mengancam karyawan anak usahanya dengan tuntutan pidana apabila tidak mematuhi perintah untuk meninggalkan dua terminal pelabuhan tersebut.


Perusahaan menyatakan langkah pemerintah Panama sebagai tindakan yang “melanggar hukum” dan tengah mempertimbangkan upaya hukum di tingkat nasional maupun internasional.

Putusan Mahkamah Agung Final

Pemerintah Panama pada Senin (23/2) mempublikasikan putusan Mahkamah Agung yang membatalkan kontrak konsesi utama milik Panama Ports Company (PPC), anak usaha CK Hutchison.

Baca Juga: Konglomerasi Hong Kong CK Hutchison Gugat Panama ke Arbitrase Internasional, Ada Apa?

Publikasi tersebut menandai finalisasi pembatalan konsesi terminal Balboa dan Cristobal yang telah dioperasikan hampir 30 tahun oleh PPC.

Putusan yang diterbitkan pada akhir Januari itu muncul di tengah meningkatnya rivalitas Amerika Serikat dan China atas pengaruh di jalur perdagangan global. Sekitar 5% perdagangan maritim dunia melintasi Terusan Panama, menjadikan kawasan tersebut sangat strategis.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump sebelumnya mendorong pembatasan pengaruh China di sekitar Terusan Panama. Putusan pengadilan Panama ini dinilai sebagai kemenangan bagi kepentingan Washington dalam persaingan geopolitik tersebut.

Tuduhan Pengambilalihan Paksa

CK Hutchison menyatakan otoritas Panama melakukan “masuk fisik secara langsung” ke terminal Balboa dan Cristobal untuk mengeluarkan karyawan PPC. Para staf disebut diancam tuntutan pidana apabila menolak perintah tersebut dan dilarang berkomunikasi dengan induk perusahaan.

Dalam keterbukaan informasi kepada Bursa Efek Hong Kong, CK Hutchison menilai putusan pengadilan, dekret eksekutif, penghentian konsesi, dan pengambilalihan terminal sebagai tindakan yang tidak sah.

Perusahaan juga memperingatkan adanya risiko serius terhadap operasional serta aspek kesehatan dan keselamatan di kedua pelabuhan tersebut.

Pemerintah Hong Kong turut menyatakan ketidakpuasan dan penolakan keras terhadap langkah Panama, serta mendesak agar otoritas setempat menghormati semangat kontrak dan menjamin iklim usaha yang adil.

Saham CK Hutchison yang tercatat di Hong Kong turun 1,9%, seiring pelemahan indeks utama Hang Seng Index yang juga terkoreksi 1,9% pada perdagangan Selasa.

Baca Juga: Emas Terkoreksi Usai Reli Empat Hari, Investor Ambil Untung

Konsesi Sementara untuk Maersk dan MSC

Sebagai tindak lanjut putusan tersebut, Otoritas Maritim Panama (AMP) mengambil alih kedua pelabuhan melalui dekret guna memastikan kelangsungan operasional. Pemerintah menyetujui dua kontrak konsesi sementara hingga 18 bulan.

Operator pelabuhan APM Terminals, anak usaha dari perusahaan pelayaran Denmark Maersk, akan mengelola pelabuhan Balboa. Sementara itu, operasi di Cristobal dijalankan oleh TIL Panama, bagian dari perusahaan pelayaran global Mediterranean Shipping Company (MSC).

APM Terminals mengonfirmasi telah memulai operasional sementara di Balboa dengan masa berlaku hingga 18 bulan.

Langkah ini berpotensi mengganggu rencana CK Hutchison untuk menjual puluhan pelabuhan di seluruh dunia senilai US$23 miliar kepada konsorsium yang dipimpin oleh perusahaan investasi global BlackRock bersama MSC, termasuk terminal di Panama.

Pemerintah Panama Bantah Ekspropriasi

Presiden Panama, Jose Raul Mulino, menegaskan bahwa kontrak sementara tersebut merupakan “instrumen yang sah” dan tetap menghormati kepemilikan aset.

Menurut Mulino, langkah tersebut bukan bentuk ekspropriasi, melainkan penggunaan aset untuk menjamin kelangsungan operasional pelabuhan hingga nilai riilnya ditentukan untuk tindakan lanjutan.

Baca Juga: Harga Tembaga Bangkit Usai Imlek, Tapi Tarif Amerika Serikat Membayangi

Ia menambahkan bahwa pengaturan ini akan berlaku sembari pemerintah menyusun kerangka konsesi baru yang lebih kompetitif ke depan.

Mulino juga memastikan bahwa operasional pelabuhan dan lapangan pekerjaan tidak akan terdampak selama masa transisi.

Potensi Sengketa Investasi Internasional

Sebelumnya, pada 12 Februari, CK Hutchison telah memberi pemberitahuan kepada Panama terkait sengketa perjanjian perlindungan investasi. Perusahaan menyatakan akan menempuh jalur hukum jika pengambilalihan dilakukan tanpa kesepakatan, termasuk terhadap pihak ketiga yang terlibat.

Hingga berita ini diturunkan, pemerintah Panama, Maersk, maupun MSC belum memberikan komentar tambahan terkait pernyataan terbaru CK Hutchison.

Selanjutnya: Cek Waktu Adzan Maghrib, Ini Jadwal Buka Puasa Kota Makassar 24 Februari 2026

Menarik Dibaca: Reli Empat Hari Berakhir, Harga Emas Dunia Tergelincir ke bawah US$ 5.200