Panas Ekstrem Gerus Ekonomi Eropa



KONTAN.CO.ID - LONDON. Gelombang panas kelima yang melanda Eropa tahun ini mulai menekan aktivitas ekonomi. Suhu ekstrem menurunkan produktivitas pekerja, menekan konsumsi dan meningkatkan biaya operasional perusahaan.

Dampaknya terlihat di Padua, Italia. Tradisi aperitivo, yakni tradisi makan camilan dan minuman ringan pada pukul 18.00-19.00 di tempat terbuka, kini bergeser. Sebab, masyarakat memilih ruangan berpendingin udara. Alhasil, area makan luar ruangan banyak ditinggalkan.

Melansir Reuters, Senin (17/8), survei terhadap sekitar 600 bisnis perhotelan di Padua dan sekitarnya menunjukkan lebih dari 80% usaha mengalami penurunan omzet sekitar 20% selama gelombang panas terbaru. Penurunan tersebut dinilai cukup untuk menggerus margin usaha.


Secara ekonomi, Moodys memperkirakan gelombang panas Eropa pada tahun lalu menyebabkan kehilangan output hingga 43 miliar. Namun, pembayaran asuransi hanya sekitar 500 juta, menciptakan kesenjangan perlindungan yang besar.

Risiko ini tidak hanya berasal dari penjualan yang turun. Panas ekstrem juga mengganggu transportasi, menekan hasil pertanian, meningkatkan biaya pendinginan pabrik dan menurunkan produktivitas tenaga kerja. Data CDP menunjukkan 35% perusahaan yang dipantau mengidentifikasi gelombang panas sebagai faktor risiko bisnis.

Baca Juga: Google Beli Data Bisnis Spirit Airlines US$ 10 Juta untuk Latih AI

Minim asuransi

Perlindungan asuransi pun terbatas. Survei terhadap 9.000 usaha kecil dan menengah di Eropa di 2023 mendapati hanya 28% memiliki perlindungan gangguan usaha dalam asuransi properti, sedang 17% memiliki perlindungan gangguan usaha tanpa kerusakan fisik.

Tekanan ekonomi berpotensi semakin besar. Bank Triodos memperkirakan, gangguan panas dan kekeringan dapat memangkas sekitar 1% PDB Uni Eropa pada 2026, setara sekitar 180 miliar, terutama akibat turunnya produktivitas tenaga kerja.

Untuk menutup celah perlindungan, industri asuransi mulai mengembangkan asuransi parametrik yang membayar otomatis ketika suhu melewati ambang tertentu. Pasar asuransi parametrik Eropa diperkirakan mencapai US$ 7,93 miliar pada 2031, dengan pertumbuhan rata-rata 9,5% pada 2025-2032.

Baca Juga: Pemilu Israel Makin Dekat, Netanyahu Terancam Kehilangan Pemilih Moderat

TAG: