Panca Budi Idaman (PBID) Prediksi Raih Pertumbuhan Penjualan 10%-15% pada 2023



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Emiten produsen kemasan plastik, PT Panca Budi Idaman Tbk (PBID) berharap bisa mencetak kinerja bisnis yang optimal pada 2023.

Direktur Panca Budi Idaman Lukman Hakim memperkirakan pertumbuhan penjualan PBID akan berada di kisaran 10%--15% sepanjang tahun depan. Target ini sebenarnya tidak jauh berbeda dengan proyeksi penjualan PBID pada tahun 2022 yakni sekitar 15%.

Sedangkan per kuartal III-2022, penjualan bersih PBID meningkat 17,96% year one year (YoY) menjadi Rp 3,81 triliun. Di sisi lain, laba bersih emiten tersebut turun 15,57% (YoY) menjadi Rp 270,82 miliar.


Baca Juga: Raih Pinjaman Bank, Panca Budi Idaman (PBID) Genjot Ekspansi Wilayah Timur Indonesia

Menurut Lukman, kinerja PBID untuk tahun depan akan kembali dikontribusikan oleh penjualan kemasan di sektor makanan-minuman yang diperkirakan memiliki permintaan yang cukup tinggi. Produk-produk kemasan PBID pun banyak dipakai di pasar tradisional, termasuk oleh para pelaku UMKM.

“Produk kemasan kami juga kerap digunakan oleh pelaku bisnis laundry pakaian,” imbuh dia, Senin (26/12).

Ia menambahkan, berakhirnya masa pandemi Covid-19 tidak berpengaruh banyak terhadap kelangsungan bisnis PBID. Dalam hal ini, tidak ada fenomena switching atau peralihan kontribusi penjualan kemasan plastik bagi emiten tersebut.

“Penjualan untuk sektor e-commerce dan online food delivery akan terus tumbuh sekalipun pandemi selesai,” ungkapnya.

Sebagai informasi, PBID memproduksi kantong plastik Polyethylene (PE) merek Tomat yang memiliki ciri-ciri elastis, agak buram dan transparan, tidak tembus cairan khususnya minyak dan santan, hingga higienis. Selain itu, PBID juga memiliki produk kantong plastik Polypropylene (PP), kantong plastik High Density Polyethylene (HDPE), hingga Heavy Duty Sacks.

 
PBID Chart by TradingView

Lebih lanjut, PBID akan kembali melanjutkan langkah ekspansi penetrasi pasar ke Jawa Timur dan Indonesia Timur pada tahun depan. Hanya saja, manajemen PBID belum membeberkan besaran kebutuhan investasi untuk agenda ekspansi tersebut.

Namun, dalam berita sebelumnya, anak usaha PBID yakni PT Panca Packindo Makmur (PPM) pernah memperoleh fasilitas pinjaman dari Bank OCBC NISP senilai Rp 150 miliar pada awal Oktober lalu. Fasilitas pinjaman tersebut digunakan untuk membiayai modal kerja, termasuk mendukung ekspansi pasar ke Jawa Timur dan Indonesia Timur.

“Kami juga memiliki agenda bisnis dalam rangka mendukung ESG melalui upaya daur ulang sampah plastik,” tandas Lukman.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Handoyo .