Panda Bonds Bisa Jadi Alternatif Pembiayaan Saat Biaya Utang Naik



KONTAN.CO.ID-JAKARTA. Di tengah tekanan pasar keuangan global dan meningkatnya biaya penerbitan utang, pemerintah dinilai perlu mencari sumber pembiayaan alternatif yang lebih murah dan stabil. 

Salah satu instrumen yang dinilai potensial adalah Panda Bonds, yakni surat utang global berdenominasi yuan.

Global Markets Economist Myrdal Gunarto menilai Panda Bonds dapat menjadi pilihan menarik bagi Indonesia karena menawarkan biaya pendanaan yang relatif lebih rendah dibanding instrumen utang global sebelumnya.


"Kalau kita lihat kemungkinan bunganya juga cukup rendah. Misalkan dibandingkan dengan surat utang global yang pernah kita terbitkan sebelumnya seperti Dim Sum Bond, ini kelihatannya yield-nya lebih murah ataupun kuponnya lebih murah," ujar Myrdal kepada Kontan.co.id, Kamis (14/5).

Baca Juga: Ekonom: Panda Bonds Bisa Jadi Alternatif di Tengah Tekanan Dolar

Menurut dia, kondisi tersebut dapat membantu pemerintah memperoleh pendanaan pembangunan di tengah tekanan capital outflow dan ketidakpastian pasar keuangan global akibat konflik geopolitik di Timur Tengah.

Ia mengatakan peluang Panda Bonds untuk diminati investor China tetap terbuka lebar, terutama karena likuiditas di negeri tersebut masih cukup kuat meskipun pertumbuhan ekonominya berada di kisaran 5%.

Namun demikian, Myrdal mengingatkan keberhasilan penerbitan Panda Bonds juga sangat dipengaruhi oleh hubungan pemerintah Indonesia dengan investor dan otoritas di China. Ia menyoroti keluhan kalangan pengusaha China terkait iklim usaha di Indonesia perlu segera direspons pemerintah.

"Kalau pemerintah kita bisa meyakinkan kalau berbagai persoalan terutama menyangkut bisnis perusahaan China dengan fair, seharusnya oversubscribe saat utang diterbitkan di sana," katanya.

Menurutnya, penyelesaian berbagai persoalan yang dihadapi investor China akan menjadi sinyal positif bagi pasar dan membantu proses penerbitan Panda Bonds berjalan lebih mulus.

Selain menjadi sumber pembiayaan murah, Panda Bonds juga dinilai berpotensi membantu menjaga stabilitas nilai tukar rupiah. Myrdal mengatakan masuknya dana valas dari penerbitan surat utang berdenominasi yuan dapat memperkuat suplai devisa di dalam negeri.

Ia menambahkan pemerintah perlu menjaga hubungan yang baik dengan otoritas moneter maupun bursa di China agar proses penerbitan Panda Bonds berjalan lancar dan mendapat respons positif dari investor.

Sebelumnya, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan Panda Bonds akan memiliki daya saing yang baik. Pemerintah disebut akan menawarkan surat utang tersebut dengan harga lebih murah dibandingkan Dim Sum Bonds yang diterbitkan pada Oktober 2026. Purbaya juga menargetkan penerbitan Panda Bonds dilakukan pada Juni 2026.

Baca Juga: Rekomendasi Saham RATU, ELSA, dan ADMR untuk Perdagangan 18 Mei 2026

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News