Pandemi Berakhir, IoT Menjadi Andalan Solusi Pemecahan Masalah Masyarakat



KONTAN.CO.ID - JAKARTA.  Pemerintah Indonesia menargetkan sektor digital untuk menyumbang 18% dari produk domestik bruto (PDB) Indonesia pada 2030. Beberapa sektor prioritas untuk mendukung terwujudnya target tersebut adalah perindustrian, pertanian dan perikanan, real estate dan perkotaan, dan lembaga pemerintahan. 

Direktur Jenderal Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika (Ditjen SDPPI) Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Ismail,  menyampaikan, tren percepatan digitalisasi ini membuka peluang untuk reorientasi pertumbuhan sektor-sektor tersebut menjadi lebih efisien dan dapat memberikan manfaat untuk masyarakat.

“Peran konektivitas data berbasis internet kecepatan tinggi (broadband) telah banyak mengubah cara berbisnis para pelaku usaha dewasa ini. Termasuk di sektor perindustrian,” ujarnya, Kamis (4/11).


Baca Juga: Nilai Bisnis Tahun 2022 Sebesar Rp 444 Triliun, Asioti Kembangkan Ekosistem IoT

Revolusi Industri 4.0 mendorong peningkatan kebutuhan terhadap proses bisnis dan proses produksi yang semakin terotomatisasi. Antara lain melalui penerapan teknologi internet of things (IoT), antarmuka mesin ke mesin dan manusia ke mesin, kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), big data analytics, dan berbagai teknologi lain. 

Menurut Ismail, pemanfaatan IoT secara masif ini, akan membuka peluang bagi karya anak bangsa untuk menjadi tuan rumah di negeri sendiri. “IoT merupakan teknologi yang sangat applicable untuk diterapkan. Dengan pemanfaatan sensor untuk menangkap data dalam berbagai keadaan, baik itu cuaca, suhu, kecepatan,” ujarnya. 

Ketua Asosiasi IoT Indonesia (Asioti), Teguh Prasetya menjelaskan, beragamnya solusi IoT yang ada, ditambah mulai berakhirnya pandemi, membuat IoT menjadi solusi andalan yang dapat membantu masyarakat menghadapi berbagai permasalahan sehari-hari.

“Berbagai upaya kontribusi ini diharapkan akan makin mendukung transformasi digital yang berujung pada pemulihan ekonomi ke depan,” kata Teguh.

Baca Juga: Menimbang frekuensi khusus untuk jaringan 5G

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Ahmad Febrian