Pandemi Covid-19 mempercepat inovasi digital Matahari Putra Prima (MPPA)



KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Pandemi Covid-19 yang berlangsung di Indonesia secara langsung mengakselerasi inovasi digital PT Matahari Putra Prima Tbk (MPPA).

Harapannya jika semua rencana adaptasi digital berjalan lancar, kontribusi penjualan online ditargetkan mencapai 10%-15% hingga akhir tahun ini. 

Danny Kojonginan, Direktur Public Relation sekaligus Sekretaris Perusahaan MPPA mengatakan pandemi Covid-19 telah mempercepat adopsi digital di perusahaan.


"Saat ini MPPA melayani pelanggan lewat layanan Whatsapp Chat & Shop,  E-Commerce dan GrabMart," jelasnya dalam paparan publik secara virtual, Jumat (16/10).

Melalui WhatsApp chat & shop, Danny menjelaskan pelanggan bisa langsung memesan menggunakan aplikasi Chat dari 136 gerai secara nasional. Adapun radius antar hanya sampai 10 kilometer dan pengantaran dengan sepeda motor.

Selain itu, pada Juli 2020 lalu MPPA bekerja sama dengan Grab Mart dan hingga saat ini sudah ada 90 gerai yang melayani pemesanan lewat platform Grab.

Danny mengatakan MPPA memilih Grab Mart karena melihat prospek baru bagi pengembangan layanan digital ke depannya.

Kemudian di bulan September, MPPA melakukan kerja sama dengan Shopee dimulai dari 23 gerai, kemudian sampai dengan 15 Oktober sudah ada 30 gerai yang melayani lewat platform ini.

Danny menjelaskan MPPA juga mempunyai layanan park & pick-up yang tersedia untuk kanal penjualan WA dan Ecommerce. Jadi, pelanggan bisa memesannya lewat online dan diambil sendiri di gerai.

"Di layanan ini, toko akan mengirimkan pembelian ke bagasi mobil di area parkir yang ditentukan. Tidak ada batasan maksimal pembelian, serta mengakomodiasi pembelian barang yang berukuran besar," kata Danny.

Danny mengungkapkan dengan skala layanan online yang dimiliki MPPA saat ini, kontribusi penjualan online mencapai 5%-6% dari total penjualan MPPA.

Ke depannya, Danny mengatakan ekspansi di kanal online ini tentunya diharapkan bisa mendapatkan basis pelanggan baru tidak hanya dari Hypermart online, WhatsApp, GrabMart dan Shopee, tetapi juga dari operator lainnya.

"Harapannya bila semua berjalan lancar dan sesuai rencana, kontribusi online ini bisa mencapai 10%-15% di akhir tahun 2020," pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Noverius Laoli