PANDI Gandeng Privy Mengembangkan Teknologi Verifikasi Identitas Digital



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kebutuhan verifikasi identitas dan keamanan data membuka ruang pengembangan teknologi kepercayaan digital di Indonesia.

Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (PANDI) menjajaki kerja sama dengan PT Privy Identitas Digital (Privy) untuk mengembangkan teknologi identitas digital. Langkah ini ekaligus menggandeng mitra nasional dan internasional guna memperkuat infrastruktur internet.

Kerjasama PANDI dan Privy mencakup riset dan pengembangan verifiable credential (VC) serta tanda tangan elektronik (TTE). Kedua pihak juga akan menjajaki proyek percontohan untuk meningkatkan efisiensi verifikasi identitas dan mengurangi kebutuhan penyimpanan salinan dokumen pribadi yang berisiko bocor atau disalahgunakan.


Sebagai Penyelenggara Sertifikasi Elektronik (PSrE), Privy diharapkan mendukung pengembangan verifikasi identitas dan autentikasi dokumen elektronik sesuai ketentuan hukum. 

Ketua Dewan Pengurus PANDI, Isnawan mengatakan, pengembangan identitas digital diperlukan untuk meningkatkan keamanan aktivitas internet sekaligus melindungi data pengguna, termasuk dalam ekosistem domain .id.

Sementara CEO & Founder Privy, Marshall Pribadi menilai, mekanisme verifikasi identitas dan keaslian dokumen semakin penting di tengah meningkatnya risiko penipuan digital. Infrastruktur kepercayaan digital dibutuhkan agar pengguna tidak hanya mengandalkan kewaspadaan saat bertransaksi atau berkomunikasi secara daring.

Baca Juga: TKDN Kendaraan Listrik Naik Jadi 60% pada 2027, Industri Baterai Didorong 

Di luar identitas digital, PANDI menggandeng  National Internet Exchange of India (NIXI) untuk pertukaran pengetahuan dalam pengelolaan registri domain, pengembangan IPv6, serta peningkatan keamanan internet melalui RPKI, DMARC, dan DNSSEC.

"Kolaborasi ini juga mencakup peningkatan kapasitas sumber daya manusia dan tata kelola internet di kawasan Asia-Pasifik," kata Isnawan, Rabu (28/10). 

PANDI juga menggandeng Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) memperkuat infrastruktur domain name system (DNS) nasional.

Kerjasama ini mencakup pengembangan DNS Resolver Indonesia, DNS Authoritative .id, penempatan Root Server serta peningkatan keamanan siber melalui pemanfaatan jaringan Indonesia Internet Exchange (IIX) di Jakarta, Balikpapan, dan Bandung.

Ketiga kerja sama tersebut mencakup pengembangan teknologi identitas digital, penguatan infrastruktur DNS, dan perluasan kolaborasi internasional. Bagi PANDI, langkah ini menjadi bagian dari pengembangan ekosistem domain .id dan peningkatan keandalan infrastruktur internet Indonesia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News