Panduan protokol kesehatan terbaru dari Satgas, siap hidup berdampingan dengan corona



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Hingga saat ini, wabah Covid-19 di Indonesia dapat dikatakan masih belum mereda. Salah satu indikatornya adalah tambahan kasus baru corona sangat tinggi. 

Melansir data Satgas Covid-19, hingga Minggu (29/8) ada tambahan 7.427 kasus baru yang terinfeksi corona di Indonesia. Sehingga total menjadi 4.073.831 kasus positif corona.

Sementara itu, jumlah yang sembuh dari kasus Corona bertambah 16.468 orang sehingga menjadi sebanyak 3.724.318 orang.


Sedangkan jumlah orang yang meninggal akibat virus Corona di Indonesia bertambah 551 orang menjadi sebanyak 131.923 orang.

Baca Juga: UPDATE corona di Jakarta Minggu (29/8) positif 474, sembuh 706, meninggal 6

Di tengah kondisi ini, Satgas Penanganan Covid-19 memperingatkan masyarakat agar segera bersiap untuk hidup berdampingan dengan Covid-19. Dengan kata lain, masyarakat harus siap menyeimbangkan kehidupan yang sehat serta bermanfaat secara ekonomi.

"Sementara kita beradaptasi lebih lanjut dengan kebiasaan baru, pemerintah mengembangkan strategi yang menyasar sejumlah sektor kebijakan, antara lain protokol kesehatan berbasis teknologi informasi, tes dan telusur diperkuat dan terarah, serta perawatan atau terapeutik pada pasien Covid-19 di seluruh fasilitas pelayanan kesehatan," demikian penjelasan Satgas Covid-19 seperti yang dilansir di laman resminya, Jumat (27/8/2021).

Berkaitan dengan hal tersebut, Satgas Covid-19 juga menerbitkan panduan pelaksanaan protokol kesehatan terbaru. Menurut Satgas Covid-19, penerbitan buku Protokol Kesehatan ini merupakan salah satu upaya pemerintah dalam mendorong perubahan perilaku. 

Baca Juga: UPDATE Vaksinasi Covid-19 per 29 Agustus: Ada penambahan vaksinasi 587.597 dosis

"Masyarakat diharapkan dapat semakin disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan. Karena dengan menerapkan kedisiplinan kolektif maka penyebaran virus Covid-19 dapat kita dihentikan," jelas Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Nasional Ganip Warsito.

Editor: Barratut Taqiyyah Rafie