KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Industri panel surya dalam negeri tengah menghadapi tantangan besar setelah Amerika Serikat (AS) mengancam bakal mengenakan tarif impor hingga 143%. Langkah ini merupakan buntut dari penyelidikan antisubsidi yang dilakukan otoritas AS terhadap produk komponen energi surya asal Indonesia. Sebagaimana diketahui, Indonesia memiliki sejumlah basis produksi panel surya yang berlokasi di Batang, Kendal, hingga Batam. Pabrik-pabrik tersebut selama ini aktif melakukan ekspor untuk memenuhi kebutuhan pasar energi terbarukan di Negeri Paman Sam tersebut. Baca Juga: Prabowo Resmikan Hilirisasi Tahap II, Dorong Nilai Tambah & Kemandirian Ekonomi
Panel Surya RI Terancam Tarif Impor AS, DEN Dorong Negosiasi dan Diversifikasi Pasar
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Industri panel surya dalam negeri tengah menghadapi tantangan besar setelah Amerika Serikat (AS) mengancam bakal mengenakan tarif impor hingga 143%. Langkah ini merupakan buntut dari penyelidikan antisubsidi yang dilakukan otoritas AS terhadap produk komponen energi surya asal Indonesia. Sebagaimana diketahui, Indonesia memiliki sejumlah basis produksi panel surya yang berlokasi di Batang, Kendal, hingga Batam. Pabrik-pabrik tersebut selama ini aktif melakukan ekspor untuk memenuhi kebutuhan pasar energi terbarukan di Negeri Paman Sam tersebut. Baca Juga: Prabowo Resmikan Hilirisasi Tahap II, Dorong Nilai Tambah & Kemandirian Ekonomi