Panen Tertunda, Ekspor Kopi Bulan Juni Terasa Pahit



JAKARTA. Bulan Juni 2010 lalu, ekspor kopi di Sumatera sempat terganjal karena panen kopi tertunda. Kondisi ini sudah terjadi sejak bulan sebelumnya, Mei 2010. Itu sebabnya, ekspor kopi dari Lampung pada bulan Juni 2010 lalu hanya hanya mencapai 24.983.240 kg atau lebih rendah dibandingkan Juni tahun lalu yang mampu menembus 57.281.851 kg.“Volume ekspor Juni ini tidak cukup separuh dari realisasi ekspor Juni tahun lalu,” kata Muchtar Lutfi, Kepala Litbang Asosiasi Eksportir Kopi Indonesia (AEKI) Lampung, Sselasa (13/7). Secara nilai, ekspor kopi bulan Juni 2010 sebesar US$ 33.498.912, lebih dari setengah nilai ekspor Juni 2009 lalu yang menyentuh US$ 79.050.401. Meski kinerja ekspor bulan Juni 2010 lebih memble ketimbang periode yang sama tahun lalu, namun pencapaian ekspor tersebut masih lebih manis ketimbang ekspor bulan Mei 2010 yang mencapai 18.112.136 kg dengan nilai US$ 23.917.91. Toh, kinerja ekspor kopi Lampung bulan Juni 2010 itu tidak sesuai dengan harapan para eksportir. “Padahal kondisi harga sekarang cukup bagus,” kata Lutfi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Editor: