KONTAN.CO.ID - LONDON . Gugatan privasi yang diajukan Pangeran Harry bersama musisi legendaris Elton John terhadap penerbit Daily Mail resmi mulai disidangkan di Pengadilan Tinggi London pada Senin (19/1/2026). Perkara ini menjadi salah satu kasus hukum paling disorot di Inggris dalam beberapa tahun terakhir karena menyasar langsung salah satu kelompok media paling berpengaruh di negara tersebut. Pangeran Harry, bersama enam penggugat lain termasuk Elton John, menuduh Associated Newspapers, penerbit Daily Mail dan Mail on Sunday, melakukan praktik pengumpulan informasi secara ilegal.
Tuduhan itu mencakup peretasan pesan suara telepon genggam hingga perolehan data pribadi, termasuk informasi keuangan dan medis, dengan cara penipuan.
Baca Juga: Gugat Media di Inggris, Pangeran Harry Akan Kembali Bersaksi di Pengadilan Associated Newspapers membantah seluruh tudingan tersebut. Perusahaan menyebut gugatan itu sebagai fitnah yang mengada-ada dan menilai tuduhan tersebut merupakan bagian dari konspirasi terkoordinasi untuk menyerang kebebasan pers. Sidang yang diperkirakan berlangsung hingga sembilan minggu ini akan menguji apakah sejumlah pemberitaan Daily Mail bersumber dari informasi yang diperoleh secara melawan hukum oleh investigator swasta. Selain Pangeran Harry dan Elton John, para penggugat lain termasuk David Furnish, Liz Hurley, Sadie Frost, aktivis anti-rasisme Doreen Lawrence, serta mantan anggota parlemen Simon Hughes. Pengacara media Mark Stephens menilai perkara ini berpotensi membuka bab baru dalam akuntabilitas industri pers Inggris. “Kasus ini mempertanyakan apakah penerbit paling berpengaruh di Inggris benar-benar melewati era peretasan telepon tanpa terlibat, atau sekadar luput dari sorotan,” ujarnya. Menurut Stephens, untuk pertama kalinya pengadilan akan menguji pola, sumber, dan bukti yang selama ini belum pernah diuji secara menyeluruh.
Baca Juga: Pangeran Harry Kunjungi Ukraina Bersama Lembaga Amal Rehabilitasi Bagi Pangeran Harry, gugatan ini menjadi kelanjutan dari upayanya melawan tabloid Inggris. Ia sebelumnya telah memenangkan gugatan terhadap Mirror Group Newspapers dan memperoleh permintaan maaf serta pengakuan pelanggaran dari kelompok media milik Rupert Murdoch yang memilih berdamai sebelum persidangan tahun lalu. Harry juga dijadwalkan memberikan kesaksian pada Kamis, mengulang perannya sebagai anggota keluarga kerajaan pertama yang bersaksi di pengadilan dalam lebih dari satu abad. Associated Newspapers menegaskan bahwa judul-judulnya tidak pernah terseret dalam skandal peretasan telepon yang membayangi pers Inggris selama dua dekade terakhir. Perusahaan juga mempertanyakan kredibilitas saksi dari kalangan mantan detektif swasta, sebagian di antaranya memiliki catatan kriminal dan menerima bayaran atas kesaksian mereka.
Baca Juga: Pemilik Daily Mail Capai Kesepakatan Senilai US$ 650 Juta untuk Beli Telegraph Hakim Matthew Nicklin menegaskan ruang lingkup persidangan akan dibatasi secara ketat. Fokus pengadilan, kata dia, hanya pada artikel-artikel tertentu dan pada pertanyaan apakah informasi di dalamnya dikumpulkan secara melawan hukum, bukan untuk membuka kembali penyelidikan besar soal standar pers yang telah dilakukan hampir 15 tahun lalu.