KONTAN.CO.ID - Menteri Pertahanan Filipina Gilberto Teodoro mengatakan pada Selasa (21/4/2026) bahwa penggunaan pangkalan militer Filipina yang dapat diakses militer Amerika Serikat masih tergolong “marginal” atau terbatas, akibat persoalan lahan. Melansir Reuters, Filipina dan Amerika Serikat yang merupakan sekutu perjanjian memiliki Enhanced Defense Cooperation Agreement (EDCA) yang telah berlaku selama 12 tahun. Perjanjian itu memungkinkan keberadaan militer AS secara bergilir di pangkalan-pangkalan Filipina tanpa membangun kehadiran permanen. Pada 2023, Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr. memperluas jumlah pangkalan yang dapat digunakan AS menjadi sembilan lokasi, termasuk wilayah yang menghadap Taiwan dan Laut China Selatan.
Pangkalan Militer AS di Filipina Terbatas, Ini Penyebab Utamanya!
KONTAN.CO.ID - Menteri Pertahanan Filipina Gilberto Teodoro mengatakan pada Selasa (21/4/2026) bahwa penggunaan pangkalan militer Filipina yang dapat diakses militer Amerika Serikat masih tergolong “marginal” atau terbatas, akibat persoalan lahan. Melansir Reuters, Filipina dan Amerika Serikat yang merupakan sekutu perjanjian memiliki Enhanced Defense Cooperation Agreement (EDCA) yang telah berlaku selama 12 tahun. Perjanjian itu memungkinkan keberadaan militer AS secara bergilir di pangkalan-pangkalan Filipina tanpa membangun kehadiran permanen. Pada 2023, Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr. memperluas jumlah pangkalan yang dapat digunakan AS menjadi sembilan lokasi, termasuk wilayah yang menghadap Taiwan dan Laut China Selatan.
TAG: