KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Pertamina Lubricants berkolaborasi dengan Technology Innovation & Implementation (TI&I) PT Pertamina (Persero) untuk meluncurkan katalis Fluid Catalytic Cracking (FCC), Residue Catalytic Cracking (RCC), dan Residue Fluid Catalytic Cracking (RFCC). Langkah ini sebagai bagian dari upaya mengurangi ketergantungan impor dan memperkuat kemandirian teknologi energi nasional. Katalis tersebut berfungsi untuk mempercepat proses reaksi dalam pengolahan minyak dengan energi aktivasi yang lebih rendah sehingga dapat meningkatkan efisiensi dan produktivitas kilang, sekaligus membuka peluang substitusi katalis impor. Dalam waktu dekat, katalis ini akan segera dimanfaatkan oleh Kilang Pertamina Cilacap. Corporate Secretary Pertamina Lubricants, Rika Gresia Wahyudi menyampaikan bahwa sinergi antara fungsi TI&I PT Pertamina (Persero) dan Pertamina Lubricants ini dapat menjadi model replikasi bagi pengembangan katalis dan produk specialty chemical lainnya di lingkungan Pertamina Group. Melalui langkah ini, ketergantungan terhadap katalis impor dapat terus dikurangi secara bertahap.
Pangkas Impor, Pertamina Group Kembangkan Katalis Pengolahan Minyak untuk Kilang
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Pertamina Lubricants berkolaborasi dengan Technology Innovation & Implementation (TI&I) PT Pertamina (Persero) untuk meluncurkan katalis Fluid Catalytic Cracking (FCC), Residue Catalytic Cracking (RCC), dan Residue Fluid Catalytic Cracking (RFCC). Langkah ini sebagai bagian dari upaya mengurangi ketergantungan impor dan memperkuat kemandirian teknologi energi nasional. Katalis tersebut berfungsi untuk mempercepat proses reaksi dalam pengolahan minyak dengan energi aktivasi yang lebih rendah sehingga dapat meningkatkan efisiensi dan produktivitas kilang, sekaligus membuka peluang substitusi katalis impor. Dalam waktu dekat, katalis ini akan segera dimanfaatkan oleh Kilang Pertamina Cilacap. Corporate Secretary Pertamina Lubricants, Rika Gresia Wahyudi menyampaikan bahwa sinergi antara fungsi TI&I PT Pertamina (Persero) dan Pertamina Lubricants ini dapat menjadi model replikasi bagi pengembangan katalis dan produk specialty chemical lainnya di lingkungan Pertamina Group. Melalui langkah ini, ketergantungan terhadap katalis impor dapat terus dikurangi secara bertahap.