Pangsa Aset Asuransi Syariah Masih Minim, AASI Optimistis Bisa Meningkat ke Depannya



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat, total aset industri asuransi syariah mencapai Rp 51,51 triliun per Juni 2026. Adapun nilai pangsa aset asuransi syariah terhadap industri asuransi komersial tercatat meningkat dari 5,06% per Juni 2025 menjadi 5,32% per Juni 2026. Meski meningkat, pangsanya terbilang masih minim. 

Mengenai hal itu, Asosiasi Asuransi Syariah Indonesia (AASI) menerangkan salah satu faktor yang menyebabkan pangsa masih kecil karena number of seller atau tenaga pemasar di industri juga terbilang sedikit dibandingkan industri lain. 

"Jumlah agen kami itu mungkin 113 ribu yang mana sebenernya masih sangat rendah," katanya saat ditemui di kawasan Jakarta Pusat, Jumat (18/9/2026).


Meski demikian, Ketua Umum AASI, Fauzi Arfan optimistis pangsa aset asuransi syariah akan bertumbuh ke depannya, seiring bertambahnya jumlah agen dan adanya kewajiban spin off Unit Usaha Syariah (UUS).

Baca Juga: AASI Ungkap Peluang Besar Pasar Asuransi Syariah Setelah Spin-Off

"Pasti kami melihat kuenya yang masih kecil itu pasti akan besar. Kami punya target dalam waktu 3 tahun, termasuk setelah spin off, itu jumlah agen bisa sekitar 200 ribuan," ungkapnya.

Lebih lanjut, Fauzi menerangkan kondisi yang dialami industri asuransi syariah di Indonesia saat ini memang wajar terjadi. Dia bilang kondisi serupa juga terjadi di Malaysia 20 tahun yang lalu.

"Pengalaman dari beberapa negara tetangga, seperti Malaysia, itu 20 tahun yang lalu juga punya isu yang sama. Punya number of sellers yang masih rendah, sehingga kuenya tidak gede. Namun, ketika number of sellersnya naik signifikan, itu impact-nya sangat positif buat industri," ujar Fauzi.

Fauzi juga menilai dengan adanya spin off UUS yang terjadi, diharapkan para perusahaan memiliki visi yang sama untuk mendorong pertumbuhan industri asuransi syariah. 

Sebagai informasi, OJK mencatat, kontribusi asuransi syariah sebesar Rp 14,19 triliun per Juli 2026. Nilainya terkontraksi 12,67% secara Year on Year (YoY). 

Baca Juga: OJK: Prospek Asuransi Jiwa Syariah Tetap Positif ke Depan,Ini Faktor Pendukungnya

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TAG: