JAKARTA. Pangsa pasar asuransi syariah di Indonesia bakal kian tumbuh subur tahun ini. Pelaku bisnis yakin, kondisi pasar finansial yang tak stabil justru menjadi pemicu maraknya penjualan produk asuransi syariah. Berdasarkan data Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK), sampai akhir kuartal tiga 2008 pangsa pasar asuransi jiwa syariah dari sisi perolehan premi bruto mencapai Rp 817,78 miliar. Nilai itu setara dengan 2% dari perolehan premi asuransi jiwa konvensional untuk periode yang sama. Tahun lalu, pendapatan premi asuransi syariah hanya 1,05% dari premi asuransi konvensional. Sedangkan asuransi kerugian dan reasuransi syariah hingga triwulan III 2008 mendapatkan premi Rp 361,92 miliar. Itu setara dengan 0,02% dari pendapatan premi asuransi kerugian dan reasuransi konvensional. Persentase itu lebih kecil dibandingkan 2007 yang mencapai 1,47%.
Pangsa Pasar Asuransi Syariah Diprediksi Kian Subur Tahun Ini
JAKARTA. Pangsa pasar asuransi syariah di Indonesia bakal kian tumbuh subur tahun ini. Pelaku bisnis yakin, kondisi pasar finansial yang tak stabil justru menjadi pemicu maraknya penjualan produk asuransi syariah. Berdasarkan data Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK), sampai akhir kuartal tiga 2008 pangsa pasar asuransi jiwa syariah dari sisi perolehan premi bruto mencapai Rp 817,78 miliar. Nilai itu setara dengan 2% dari perolehan premi asuransi jiwa konvensional untuk periode yang sama. Tahun lalu, pendapatan premi asuransi syariah hanya 1,05% dari premi asuransi konvensional. Sedangkan asuransi kerugian dan reasuransi syariah hingga triwulan III 2008 mendapatkan premi Rp 361,92 miliar. Itu setara dengan 0,02% dari pendapatan premi asuransi kerugian dan reasuransi konvensional. Persentase itu lebih kecil dibandingkan 2007 yang mencapai 1,47%.