KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (
AMRT) semakin memperkuat posisinya di industri ritel modern. Di tengah persaingan yang ketat dan tekanan daya beli masyarakat, pangsa pasar grup Alfamart justru terus meningkat sepanjang tahun lalu. Kiwoom Sekuritas mencatat pangsa pasar Alfamart naik 1,7% menjadi 36,2% pada 2025. Secara grup, pangsa pasar perusahaan mencapai 42,2% terhadap total pasar minimarket modern di Indonesia.
Equity Research Analyst Kiwoom Sekuritas Indonesia, Abdul Azis Setyo Wibowo, menilai peningkatan pangsa pasar tersebut terjadi seiring pertumbuhan kinerja perusahaan.
Baca Juga: Hino Perkuat Posisi di Segmen Medium Duty Truck, Pangsa Pasar Naik Jadi 56% pada 2025 Pada kuartal I-2026, AMRT membukukan laba bersih Rp 1,07 triliun, naik 10,29% secara tahunan atau
year on year (YoY). Di saat yang sama, perseroan mencatatkan pendapatan sebesar Rp 35,24 triliun. Selain didukung oleh permintaan konsumen, peningkatan pangsa pasar juga ditopang oleh jaringan usaha yang terus berkembang. Hingga Desember 2025, AMRT mengoperasikan 24.434 gerai ritel di seluruh Indonesia. "Pertumbuhan pendapatan AMRT merefleksikan keberhasilan strategi perseroan dalam melebarkan jangkauan di luar area Jawa, yang kini berkontribusi hingga 36,6% dari total gerai," ujar Azis kepada Kontan, Selasa (9/6/2026).
Azis menilai kontribusi tersebut mendekati wilayah Jawa non-Jabodetabek sebesar 39,4%. Sementara porsi gerai di Jabodetabek tercatat sebesar 24%.
Baca Juga: Penjualan Tetap Stabil, Pangsa Pasar Hyundai Naik Jadi 2,8% di Kuartal I-2026 Di sisi operasional, AMRT didukung oleh jaringan distribusi yang tersebar secara strategis di berbagai wilayah di Indonesia berjumlah 58 gudang, termasuk lima
stock point. Azis menilai kombinasi antara dominasi pangsa pasar, jaringan distribusi yang luas, serta posisi keuangan yang sehat memberikan ruang bagi AMRT untuk melanjutkan ekspansi dan mempertahankan daya saing di industri ritel modern ke depan. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News