Panin Dai-ichi rilis asuransi pendidikan anak



JAKARTA. PT Panin Dai-ichi Life (Panin Dai-ichi) kembali meluncurkan produk asuransi baru untuk meramaikan pasar. Kali ini, perusahaan di bawah naungan Grup Panin tersebut melaunching Kids Edu Plan guna menjawab kebutuhan para orang tua akan proteksi jiwa dan pendidikan anak.

Menurut Fadjar Gunawan, Presiden Direktur Panin Dai-ichi, pendidikan merupakan hal yang penting. Akan tetapi, inflasi membuat biaya pendidikan naik terus menerus. Untuk mengantisipasi hal tersebut, Fadjar berujar, diperlukan perencanaan yang menyeluruh untuk mempersiapkan masa depan anak-anak sebagai bekal terbaik.

“Untuk itu, kami meluncurkan solusi finansial terbaru yaitu Kids Edu Plan yang berfokus pada proteksi pendidikan anak, memberikan kenyamanan dalam perencanaan biaya pendidikan anak dari sekolah dasar hingga ke jenjang perguruan tinggi. Sasaran kami para orang tua yang berumur 18 sampai 50 tahun,” katanya.  


Karena menyasar para orang tua muda dan anak-anak, Panin Dai-ichi memiliki strategi tersendiri. Karakter robot kucing asal Jepang, Doraemon menjadi salah satu cara perusahaan untuk memperkenalkan produk Kids Edu Plan. “Kami memilih karakter ini karena tone warna yang sama dengan brand. Selain itu, Doraemon sangat populer, cocok dengan pangsa pasar yang kita tuju,” terang Fadjar.

Sebagai produk asuransi yang memberikan manfaat perlindungan jiwa dan perencanaan simpanan pendidikan, Kids Edu Plan memiliki beberapa keunggulan. Mulai dari premi yang tidak berubah sepanjang masa pertanggungan, fasilitas manfaat tahapan pendidikan yang disediakan pada saat anak berusia 14 dan 17 tahun, dana pendidikan hingga 200% dari uang pertanggungan (UP), adanya asuransi tambahan (rider), hingga masa pembayaran premi yang dapat ditentukan oleh nasabah.

Jutany Japit, Direktur Panin Dai-ichi menuturkan, manfaat tahapan pendidikan Kids Edu Plan terbagi menjadi dua bagian sesuai dengan usia masuk tertanggung atau anak. Bagi usia masuk 30 hari – 8 tahun, akan memperoleh uang pertanggungan sebesar 200%, yakni di usia 14 tahun sebesar 50%, di umur 17 tahun 100%, serta usia 22 tahun 50%.

“Sedangkan untuk usia masuk tertanggung 9-12 tahun akan mendapat 150% UP. Pada saat usia 17 tahun sebesar 100% dan usia 22 tahun nanti sebanyak 50%,” kata ujarnya. 

Akan tetapi, lanjutnya, jika sang anak masih hidup hingga masa pertanggungan berakhir, maka Panin Dai-ichi akan memberikan 50% UP. Dengan UP minimal Rp 100 juta, Panin Dai-ichi menyediakan rider yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan para nasabah, yaitu rider Payor, nasabah bebas dari kewajiban membayar premi apabila anak mengalami cacat tetap total atau meninggal pada masa pertanggungan. “Ada juga rider Payor Plus. 

Jika sang anak menderita cacat total atau salah satu dari 38 penyakit kritis, ataupun meninggal dunia, orang tua akan bebas dari kewajiban bayar premi,” tutur Head of Marketing & Corporate Communications Panin Dai-ichi, Windra Krismansyah Bakrie.

Untuk enam bulan pertama sejak diluncurkan, Panin Dai-ichi menargetkan akan memperoleh 2000 polis baru. Rencananya, Kids Edu Plan akan dipasarkan melalui jalur distribusi keagenan. Hingga saat ini, Panin Dai-ichi memiliki kurang lebih 5000 agen bersertifikasi yang tersebar di 38 titik pemasaran yang berlokasi di 26 kota besar seluruh Indonesia. Jalur keagenan berkontribusi sebesar 15% terhadap pendapatan perusahaan, di mana sisanya melalui bancassurance sekitar 75%, serta jalur direct marketing & credit life sebanyak 10%.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Yudho Winarto