KONTAN.CO.ID – JAKARTA. PT Bank Pan Indonesia Tbk (BNPN) alias PaninBank kembali bersiap menghimpun dana segar dari surat utang (obligasi) yang bakal diluncurkan pada pertengahan Februari ini. Melansir keterbukaan informasi yang dikutip Kamis (4/2/2026), PNBN bakal menerbitkan Obligasi Berkelanjutan IV Tahap IV Tahun 2026 dengan total nilai mencapai Rp 2,71 triliun. Obligasi Tahap IV ini terbagi ke dalam dua seri. Seri A memiliki nilai Rp 1,71 triliun dengan tenor tiga tahun dan tingkat bunga tetap 5,90% per tahun. Sementara itu, Seri B senilai Rp 1 triliun dengan tenor lima tahun dan kupon tetap 6,15% per tahun. Seluruh obligasi ditawarkan dengan harga 100% dari nilai nominal, dan pelunasan pokok dilakukan secara bullet payment pada saat jatuh tempo. Baca Juga: Permintaan Kredit Lesu, Panin Bank Tekan Undisbursed Loan Jadi Rp 37,95 Triliun Pembayaran bunga obligasi dilakukan setiap tiga bulan, dengan pembayaran bunga pertama dijadwalkan pada 25 Mei 2026. Obligasi Seri A akan jatuh tempo pada 25 Februari 2029, sedangkan Seri B jatuh tempo pada 25 Februari 2031. Dana hasil penerbitan obligasi ini akan digunakan untuk penyaluran kredit kepada nasabah ritel dan korporasi, baik jangka pendek, menengah, maupun panjang, guna mendorong pertumbuhan kredit dan pendapatan bunga perseroan. Selain itu, dana juga dialokasikan untuk memperkuat likuiditas dan struktur pendanaan agar PaninBank memiliki fleksibilitas yang lebih besar dalam pengelolaan kewajiban dan ekspansi aset produktif. Perseroan juga akan memanfaatkan dana tersebut untuk mendukung kegiatan operasional perbankan, termasuk pembiayaan transaksi perbankan, layanan sistem pembayaran, serta aktivitas treasury yang berkaitan langsung dengan kegiatan usaha utama, sekaligus mendukung pengembangan usaha perbankan secara berkelanjutan.
BNPN Chart by TradingView