Papan tulis elektronik sudah dikenal di Indonesia paling tidak sejak lima tahun lalu. Meski menawarkan kecanggihan dan kepraktisan, toh papan tulis yang jauh dari debu kapur ini belum dikenal masyarakat secara luas. Alhasil, penyerapan produk ini di pasaran masih terbatas. Meski begitu, PT Sharp Electronic Indonesia tidak ragu untuk memperkenalkan produk papan tulis elektronik buatannya yang baru hadir di Indonesia pada akhir tahun lalu. Corporate Sales Manager PT Sharp Electronic Indonesia, Budhi C. Yudhoyono, menyatakan, di Indonesia produk papan tulis elektronik memang belum terlalu menjadi tren. "Beberapa kalangan masih belum mengenal produk ini dan masih enggan untuk beralih dari teknologi papan tulis yang lama ke teknologi terbaru," ujarnya. Namun Sharp yakin, dengan pengenalan produk secara intensif ke konsumen, produk terbaru Sharp ini bisa diserap pasar dan akan menjadi tren di masa yang akan datang. Paling tidak, sejak dipasarkan di Indonesia pada Desember 2011 lalu hingga April 2012, papan tulis elektronik Sharp sudah terjual 50 unit. "Sejatinya pasar papan tulis elektronik di Indonesia sangat potensial karena generasi sekarang lebih peduli dengan teknologi dan produk yang ramah lingkungan," jelas Budhi.
Papan tulis elektronik masih sulit berkembang
Papan tulis elektronik sudah dikenal di Indonesia paling tidak sejak lima tahun lalu. Meski menawarkan kecanggihan dan kepraktisan, toh papan tulis yang jauh dari debu kapur ini belum dikenal masyarakat secara luas. Alhasil, penyerapan produk ini di pasaran masih terbatas. Meski begitu, PT Sharp Electronic Indonesia tidak ragu untuk memperkenalkan produk papan tulis elektronik buatannya yang baru hadir di Indonesia pada akhir tahun lalu. Corporate Sales Manager PT Sharp Electronic Indonesia, Budhi C. Yudhoyono, menyatakan, di Indonesia produk papan tulis elektronik memang belum terlalu menjadi tren. "Beberapa kalangan masih belum mengenal produk ini dan masih enggan untuk beralih dari teknologi papan tulis yang lama ke teknologi terbaru," ujarnya. Namun Sharp yakin, dengan pengenalan produk secara intensif ke konsumen, produk terbaru Sharp ini bisa diserap pasar dan akan menjadi tren di masa yang akan datang. Paling tidak, sejak dipasarkan di Indonesia pada Desember 2011 lalu hingga April 2012, papan tulis elektronik Sharp sudah terjual 50 unit. "Sejatinya pasar papan tulis elektronik di Indonesia sangat potensial karena generasi sekarang lebih peduli dengan teknologi dan produk yang ramah lingkungan," jelas Budhi.