Para Elite Tewas, Siapa Kini Mengendalikan Iran? Ini Peta Kekuasaan Terbarunya



KONTAN.CO.ID - Sejumlah tokoh kunci Iran, termasuk pemimpin tertinggi, dilaporkan tewas dalam serangan AS-Israel. Namun, sistem kekuasaan Republik Islam Iran tetap berjalan dan mampu mengatur strategi perang yang dimulai sejak 28 Februari.

Mengapa bisa begitu? Jawabannya ada pada struktur kekuasaan Iran yang tidak bergantung pada satu figur, melainkan jaringan institusi yang saling menopang sejak Revolusi 1979.

Mengutip Reuters, berikut peta kekuatan terbaru di Iran:

Pemimpin Tertinggi Baru, Tapi Otoritas Dipertanyakan


Pemimpin tertinggi Iran sebelumnya, Ali Khamenei, tewas di awal perang. Posisi ini kini diwariskan kepada putranya, Mojtaba Khamenei.

Meski memiliki kekuasaan formal yang sangat besar, Mojtaba dinilai belum memiliki otoritas kuat seperti ayahnya. Bahkan, ia disebut bisa sangat bergantung pada dukungan militer, khususnya Garda Revolusi.

Kondisinya juga masih dipertanyakan karena jarang muncul di publik dan hanya menyampaikan pernyataan tertulis.

Garda Revolusi Jadi Pusat Kekuatan

Peran Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) kini semakin dominan.

Dalam situasi perang dan kekosongan figur kuat, Garda Revolusi mengambil peran sentral dalam pengambilan keputusan strategis.

Struktur mereka yang berlapis, dengan sistem pengganti di setiap level, membuat organisasi ini tetap solid meski banyak komandannya tewas.

Pengalaman panjang dalam konflik, termasuk perang Iran-Irak dan keterlibatan di berbagai konflik Timur Tengah, membuat IRGC tetap mampu menjalankan operasi militer kompleks.

Baca Juga: Update Perang Timteng Hari Ke-25: Iran Bantah Klaim Trump dengan Hantaman Rudal

Pemerintahan Sipil Tetap Berjalan, Tapi Terbatas

Sistem politik Iran menggabungkan kekuasaan ulama dengan pejabat terpilih seperti presiden dan parlemen.

Namun, kematian tokoh penting seperti Ali Larijani menjadi pukulan besar karena perannya sebagai penghubung antar pusat kekuasaan dan negosiator ulung.

Figur yang tersisa cenderung lebih garis keras, yang bisa membuat arah kebijakan Iran ke depan semakin tegas atau bahkan konfrontatif.

Tonton: NATO Bergerak! 22 Negara Bersiap Hadapi Blokade Iran di Hormuz

Tokoh Kunci yang Masih Berpengaruh

Beberapa nama yang kini memegang pengaruh besar di Iran antara lain:

  • Ahmad Vahidi: Komandan Garda Revolusi, berpengalaman dari perang Iran-Irak hingga jabatan menteri pertahanan.
  • Esmail Qaani: Mengelola hubungan Iran dengan sekutu dan kelompok proksi di kawasan.
  • Alireza Tangsiri: Berperan penting dalam penutupan Selat Hormuz.
  • Mohammad Bagher Qalibaf: Ketua parlemen dan salah satu tokoh politik paling berpengaruh saat ini.
  • Gholamhossein Mohseni-Ejei: Kepala peradilan yang dikenal keras.
  • Masoud Pezeshkian: Presiden Iran, meski pengaruhnya relatif terbatas dibanding militer.
  • Saeed Jalili: Tokoh garis keras dan mantan negosiator nuklir.
  • Alireza Arafi: Anggota Dewan Garda yang berperan dalam sistem politik Iran.
  • Abbas Araghchi: Diplomat utama dalam negosiasi internasional.