Para Manajer Investasi Global Sangsi The Fed Akan Naikkan Bunga di September Ini



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Investor obligasi di berbagai perusahaan, termasuk ABN AMRO Investment Solutions dan Brandywine Global Investment Management, menyatakan keraguan terhadap spekulasi yang kian menguat bahwa Ketua Federal Reserve Kevin Warsh akan menaikkan suku bunga.

Setelah Warsh menegaskan kembali komitmennya untuk menurunkan inflasi dalam pidato yang sangat dinanti-nantikan pada hari Jumat lalu, para trader menilai kenaikan suku bunga lebih mungkin tidak terjadi pada keputusan bank sentral di pertengahan September mendatang.

Seperti dikutip Bloomberg, Senin (31/8), meskipun banyak hal bergantung pada data ketenagakerjaan minggu ini dan angka inflasi yang akan menyusul, imbal hasil obligasi Treasury tenor dua tahun yang sensitif terhadap kebijakan, melonjak paling tajam dalam lebih dari dua bulan.


Namun, sejumlah investor merasa ragu setelah pernyataan sang ketua sempat mengguncang pasar dalam beberapa bulan terakhir, meskipun ia secara konsisten berjanji untuk meredam inflasi. Hal ini membuat mereka bersiap menghadapi risiko bahwa ia akan kembali mempertahankan suku bunga, seperti yang dilakukannya pada bulan Juni dan Juli lalu. 

Pada hari Jumat lalu, TD Securities menyatakan bahwa skenario utamanya adalah The Fed akan tetap mempertahankan suku bunga.

Bagi Christophe Boucher, Chief Investment Officer dari ABN AMRO, komentar Warsh tidak cukup meyakinkan bahwa para pejabat akan benar-benar merealisasikan langkah tersebut. Ia memilih untuk menghindari obligasi tenor panjang yang rentan terhadap kekhawatiran bahwa The Fed tidak mampu mengendalikan tekanan inflasi.

"Mekanisme respons kebijakannya masih belum jelas. Jika kali ini Warsh tidak mendukung kenaikan suku bunga pada bulan September, dan jika inflasi tetap tinggi hingga saat itu, kekhawatiran mengenai kredibilitas The Fed bisa saja muncul kembali," ujar Boucher,".