Para Peramal Prediksi Kemunculan El Nino 2026, Berpotensi Jadi Super El Nino



KONTAN.CO.ID - Para peramal cuaca atau Forecaster memperkirakan akan terjadinya El Nino di Bumi yang berpotensi menaikkan suhu di seluruh dunia pada tingkat ekstrem yang belum pernah dicapai sebelumnya.

Pada pekan lalu, pusat Prediksi Iklim Administrasi National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA) mengumumkan peluang sebesar 62% El Nino akan muncul antara Juni hingga Agustus.

Artinya, persentase kemungkinan El Nino datang di tahun ini lebih besar daripada tidak datang.

Apa itu El Nino?


Dilansir dari Live Science, Selasa (17/3/2026), El Nino merupakan fase hangat dari El Nino-Southern Oscillation (ENSO), yaitu pola alami dari perubahan suhu laut di Samudera Pasifik.

Saat El Nino terjadi, perairan yang hangat akan berkumpul di bagian timur Pasifik ekuator, untuk kemudian mendorong aliran jet ke selatan.

Kondisi ini menyebabkan cuaca lebih hangat dan kering di wilayah utara Amerika Serikat.

Sementara itu, di wilayah Teluk dan bagian tenggara AS akan berisiko mengalami banjir yang lebih tinggi.

Saat ini, Samudera Pasifik tropis masih berada dalam fase La Nina, yaitu fase dingin ENSO ketika suhu permukaan laut turun setidaknya 0,5 derajat Celsius di bawah rata-rata.

Namun, Pusat Prediksi Iklim menyatakan La Nina diperkirakan akan berakhir dalam beberapa minggu ke depan seiring menghangatnya laut.

Setelah itu, El Nino akan terjadi jika suhu permukaan laut naik dan bertahan setidaknya 0,5 derajat Celsius di atas rata-rata.

Baca Juga: PBB: Sekitar 4,9 Juta Anak Meninggal Sebelum Usia 5 Tahun pada 2024

Super El Nino berpotensi muncul

Laporan AccuWeather mengatakan jika El Nino benar-benar muncul seperti yang diperkirakan, fenomena itu dapat meningkat menjadi Super El Nino.

Super El Nino terjadi ketika suhu permukaan laut mencapai setidaknya 2 celcius di atas rata-rata jangka panjang.

"Intensitasnya belum pasti, tetapi ada potensi El Nino sedang hingga mungkin kuat pada musim gugur hingga musim dingin ini," kata Paul Pastelok, ahli meteorologi dan peramal cuaca jangka panjang utama AS di AccuWeather.

Para peramal cuaca Accuweather memperkirakan ada kemungkinan 15% terjadinya El Nino Super pada akhir musim badai di bulan November 2026.

Sementara itu, Pusat Prediksi Iklim NOAA memberikan kemungkinan 1 banding 3 terjadinya El Nino kuat antara Oktober dan Desember, tapi potensi kekuatannya disebut sangat tidak pasti.

Baca Juga: Harga Minyak Melompat 3%, Ini Biang Keroknya

El Nino cenderung memperkuat aktivitas badai di Pasifik tengah dan timur sekaligus menekan badai di Atlantik, yang biasanya menyebabkan musim badai menjadi kurang aktif.

Siklus ENSO memicu El Nino hangat dan kemudian La Nina dingin setiap dua hingga tujuh tahun sekali, rata-rata.

Namun, siklus ini tidak selalu tepat waktu.

Demikian pula, meskipun setiap fase cenderung berlangsung sekitar 9 hingga 12 bulan, durasinya bervariasi.

2024 jadi tahun terpanas Bumi

Sebelumnya, Bumi terakhir kali mengalami El Nino antara Mei 2023 dan Maret 2024.

Pada kesempatan itu, El Nino hampir menjadi Super El Nino dengan suhu permukaan laut melampaui ambang batas 1,9 Celcius.

Sementara itu, Super El Nino terakhir terjadi pada 2015-2016.

El Nino terakhir berkontribusi pada rekor suhu panas pada tahun 2023 dan 2024, dengan tahun 2024 saat ini menjadi tahun terpanas yang pernah tercatat.

Ilmuwan iklim dan analis sistem energi, Zeke Hausfather mengatakan jika El Nino muncul pada tahun 2026, maka tahun ini akan menjadi lebih hangat, tetapi kemungkinan tidak akan sepanas tahun 2024.

Tahun ini dimulai dengan La Nina, tapi suhu global pada 2027 dapat mencapai rekor tertinggi.

Tonton: Prabowo Perintahkan Usut Tuntas! Kasus Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS Disorot

"El Nino akan datang. Ini akan meningkatkan perkiraan kita untuk suhu global tahun 2026 (meskipun masih kecil kemungkinannya untuk melampaui tahun 2024 sebagai tahun terpanas), dan membuat tahun 2027 sangat mungkin menjadi tahun terpanas yang pernah tercatat mengingat jeda historis antara ENSO dan suhu permukaan," tulis Hausfather.

Penting untuk diingat bahwa berbagai faktor memengaruhi cuaca dan iklim.

Planet ini sudah memanas akibat perubahan iklim dan akan terus memanas, terlepas dari apa yang dilakukan ENSO .

Sumber: https://www.kompas.com/tren/read/2026/03/17/173000765/el-nino-2026-diprediksi-muncul-berpotensi-jadi-super-el-nino?page=all#page1

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News