Parade IPO Usai, Intip Potensinya pada Sisa Tahun 2026



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Parade penawaran umum saham perdana alias Initial Public Offering (IPO) di pekan kedua Juli 2026 usai. PT Rans Entertaimen Indonesia Tbk (RANS) resmi menutup rangkaian IPO di awal semester dua tahun ini.  

RANS resmi melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat (10/7/2026). Perusahaan milik Rafi Ahmad dan Nagita Slavina itu menjadi perusahaan ketujuh yang mencatatkan sahamnya di BEI sepanjang 2026. 

Sebelumnya ada PT Nitrasanata Dharma Tbk (JECX), PT Niramas Utama Tbk (JELI), PT Esa Medika Mandiri Tbk (EMMI), PT Bach Multi Global Tbk (BACH) dan PT Prodia Diagnostic Line Tbk (PRDL). 


Direktur Penilaian Perusahaan Bursa Efek Indonesia Saidu Solihin menyampaikan sampai dengan 9 Juli 2026, terdapat 5 perusahaan dalam pipeline pencatatan saham BEI dengan total target himpunan dana sebesar 2,47 triliun. 

Baca Juga: Rupiah Jisdor Menguat 0,12% ke Rp 18.069 per Dolar AS pada Jumat (10/7)

“Ini menandakan bahwa instrumen ekuitas tetap diminati oleh perusahaan untuk memenuhi kebutuhan pendanaan,” katanya, Kamis (9/7/2026). 

Dia menyebut dari enam perusahaan tersebut didominasi kategori besar. Dari sisi sektor, kesehatan menjadi salah satu yang paling menonjol, disusul konsumer siklikal, konsumer non siklikal dan bahan baku. 

Saidu mengakui jika dibandingkan dengan beberapa tahun yang lalu, kegiatan penghimpunan dana melalui pasar modal, khususnya IPO, memang lebih sedikit pada tahun ini. 

“Kami tidak melihat keberhasilan pasar perdana hanya dari jumlah transaksi atau nilai dana yang dihimpun, melainkan lebih kepada kualitas perusahaan yang masuk ke pasar modal,” jelas dia. 

Jumlah perusahaan yang baru melantai di Bursa pun masih jauh dari target 50 perusahaan yang telah ditetapkan BEI. Saidu bilang pihaknya sedang mengkaji opsi untuk merevisi target tersebut. 

"Masalah nanti tercapai atau enggak kan akhir tahun, atau kami lagi diskusikan apakah kita akan revisi atau enggak dan belum ada keputusan,"  tuturnya. 

Baca Juga: Rupiah Spot Ditutup Menguat 0,35% ke Rp 18.065 per Dolar AS pada Jumat (10/7)

Namun Saidu masih memasang pandangan optimistis dengan target IPO tersebut. Menurutnya, angka tersebut masih memungkinkan dicapai jika pasar modal Indonesia dan geopolitik global bisa segera membaik.

Direktur Trimegah Sekuritas David Agus menjelaskan gelaran IPO bergantung dengan kondisi pasar modal, ketika pasar modal bergejolak banyak korporasi yang menunggu dan wait and see.   

Pada 2026, Trimegah Sekuritas baru memboyong dua perusahaan melantai BEI yaitu, RANS dan JECX. Bahkan sampai saat ini, David bilang belum ada perusahaan lain yang sedang berproses dengan Trimegah Sekuritas. 

Meski begitu, David berharap sampai tutup 2026, Trimegah Sekuritas bisa membawa satu perusahaan lagi untuk menggelar IPO sehingga total perusahaan sekuritas dengan kode saham TRIM itu memboyong 3 emiten. 

“Di pipeline sudah tidak ada lagi. IPO itu memang ramai di Juni karena memang biasanya memakai buku Desember. Mungkin akan ramai lagi akhir tahun karena menggunakan buku Juni,” jelasnya di Gedung BEI, Jumat (10/7/2026). 

PT Sucor Sekuritas yang membawa dua perusahaan untuk IPO dalam parade kali ini masih punya beberapa calon perusahaan tercatat. Sekadar mengingatkan, Sucor Sekuritas memboyong JELI dan PRDL. 

CEO Sucor Sekuritas Bernadus Wijaya menjelaskan, dua perusahaan yang dibawa Sucor Sekuritas mengalami kelebihan permintaan alias oversubscribed karena punya fundamental yang solid. 

“Untuk sisa paruh kedua ini, kami ada dua perusahaan di pipeline terutama di sektor teknologi dan juga sektor media dengan market cap minimal di angka Rp 200 miliar hingga Rp 1 triliun,” ucapnya. 

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News