Paraguay Diguncang Krisis Bank Digital, 3 Juta Nasabah Tak Bisa Akses Rekening



KONTAN.CO.ID - ASUNCION. Krisis bank digital di Paraguay memicu gejolak politik setelah sekitar 3 juta nasabah Ueno tidak dapat mengakses rekening mereka menyusul intervensi bank sentral terhadap lembaga keuangan tersebut.

Situasi ini bahkan mendorong anggota parlemen oposisi mengajukan pemakzulan terhadap Presiden Santiago Pena.

Sebanyak 35 anggota parlemen mengajukan dokumen pemakzulan di majelis rendah yang memiliki 80 kursi pada Rabu (4/11/2026).


Baca Juga: Bank Digital Mulai Diuji, Tak Cukup Lagi Hanya Mengandalkan Pertumbuhan Nasabah

Mereka juga meminta pimpinan parlemen menggelar sidang luar biasa pada Kamis (5/11/2026) untuk membahas kelanjutan pemerintahan Pena.

Oposisi menuding Pena memiliki konflik kepentingan, menyalahgunakan dana pensiun, serta terlibat dalam upaya menutupi persoalan kelembagaan terkait penanganan keruntuhan Ueno.

Presiden yang menjabat sejak 2023 itu belum memberikan tanggapan terbuka mengenai desakan pemakzulan tersebut.

Namun, melalui unggahan di media sosial, Pena meminta para pemimpin politik mengutamakan kepentingan nasabah dan memastikan pihak yang bertanggung jawab atas penyimpangan diproses hukum tanpa pengecualian.

Baca Juga: Kemudahan Transaksi Jadi Kunci Utama Nasabah Pilih Bank Digital

"Belum pernah ada pihak yang merugikan 3 juta orang dalam satu hari di Republik Paraguay," kata anggota parlemen oposisi Rocio Vallejo saat menyampaikan tuduhan terhadap Pena dalam sidang parlemen.

Krisis ini bermula setelah bank sentral Paraguay mengintervensi Ueno karena lembaga tersebut dinilai melanggar persyaratan minimum solvabilitas.

Akibatnya, sekitar 3 juta nasabah tidak dapat mengakses rekening mereka, dari total populasi Paraguay yang mencapai 6,5 juta jiwa.

Persoalan ini turut menjadi sorotan karena Pena pernah menjadi pemegang saham Grupo Vazquez, perusahaan induk yang mengendalikan Ueno, hingga Maret 2025.

Ueno sebelumnya berkembang pesat dari perusahaan teknologi finansial (fintech) menjadi bank kelas menengah. Lembaga tersebut kini mengelola dana publik hampir US$ 850 juta.

Dampak krisis juga merembet ke jajaran otoritas keuangan dan manajemen perusahaan.

Baca Juga: Bank Digital Ramai Cetak Laba, OJK Bandingkan Dengan Negara Lain: Patut Diapresiasi

Kepala bank sentral Paraguay mengundurkan diri pada Selasa (3/11/2026), sementara delapan eksekutif Ueno ditahan setelah menyerahkan diri menyusul penerbitan surat perintah penangkapan oleh jaksa.

Pengadilan juga memerintahkan pembekuan aset para eksekutif tersebut seiring meluasnya penyelidikan.

Gejolak semakin besar setelah sejumlah aplikasi perbankan lain mengalami gangguan pada Rabu, sehingga memicu kekhawatiran terhadap kepercayaan masyarakat terhadap sistem keuangan Paraguay.

Asosiasi Bank Paraguay (Asoban) menyatakan, sejumlah bank tengah berupaya menampung lonjakan nasabah yang memindahkan rekening dari Ueno.

Meski demikian, asosiasi tersebut menegaskan bahwa sistem perbankan Paraguay masih beroperasi normal.

Di sisi politik, oposisi belum mengantongi dukungan dua pertiga suara yang diperlukan untuk melanjutkan proses pemakzulan.

Baca Juga: Punya 24,3 Juta Nasabah, BSI Bidik Generasi Muda dengan Perluasan Layanan Digital

Namun, mereka telah memperoleh dukungan dari sejumlah anggota Partai Colorado yang berbeda pandangan dengan pemerintahan Pena.

Krisis Ueno kini menjadi ujian serius bagi pemerintahan Pena sekaligus mengancam reputasi Paraguay sebagai negara tujuan investasi asing yang relatif stabil, terutama bagi investor dari negara tetangga, Brasil.