Paramita Bangun Sarana (PBSA)Akan Gelar Stock Split 1:2, Ini Rinciannya



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Paramita Bangun Sarana Tbk (PBSA) berencana untuk melakukan pemecahan saham alias stock split dengan rasio 1:2.

Berdasarkan keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), PBSA melihat adanya ruang untuk memperluas basis investor saham.

“Melalui pelaksanaan stock split, harga teoretis per saham akan disesuaikan, sehingga nilai investasi awal yang diperlukan untuk memperoleh satu lot saham perseroan menjadi lebih terjangkau,” tulis manajemen PBSA dalam prospektus dirilis Rabu (12/8/2026).


Menurut Manajemen, stock split ini merupakan bagian dari upaya PBSA untuk menghadirkan saham yang lebih inklusif dan mudah dijangkau, sekaligus memperkuat likuiditas perdagangan dan memperluas kepemilikan saham perseroan.

Baca Juga: Pergerakan Rupiah Menanti Pidato Kenegaraan Prabowo, Diprediksi Sideways ke Rp 17.950

”Perseroan percaya bahwa semakin terbuka akses terhadap saham Perseroan, semakin besar peluang terciptanya partisipasi investor yang lebih luas dalam perjalanan pertumbuhan dan penciptaan nilai jangka panjang perseroan,” paparnya.

Saat ini PBSA hanya memiliki 1 seri saham dengan nilai nominal sebesar Rp50 per saham. Setiap pemegang saham memiliki hak suara yang sama, di mana setiap saham memberikan 1 hak suara.

Jumlah saham sebelum stock split sebesar 3 miliar saham. Sehingga dengan rasio stock split sebesar 1:2, jumlah saham beredar setelah stock split menjadi 6 miliar saham.

Nilai nominal saham sebelum stock split sebesar Rp 50 per saham. Lalu, nilai nominal saham setelah stock split menjadi Rp 25 per saham.

Baca Juga: CPI AS Melandai, Risiko Suku Bunga Tinggi Masih Membayangi Harga Emas

Sehubungan dengan stock split, PBSA akan menggelar RUPSLB pada 18 September 2026.

“Sampai tanggal keterbukaan informasi ini, perseroan tidak memiliki rencana aksi korporasi lainnya yang berpengaruh terhadap jumlah saham dan/atau struktur permodalan yang akan dilakukan dalam jangka waktu 6 bulan setelah tanggal pelaksanaan stock split,” papar manajemen PBSA.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News