KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Amerika Serikat menghadapi ancaman baru terhadap industri peternakan setelah kasus pertama New World screwworm pada ternak terkonfirmasi di negara itu. Kasus tersebut ditemukan pada seekor anak sapi di La Pryor, Texas, dan memicu respons cepat dari otoritas federal maupun pemerintah negara bagian untuk mencegah penyebaran parasit berbahaya tersebut. Menteri Pertanian Amerika Serikat, Brooke Rollins, pada Kamis (4/6/2026), menyatakan bahwa hingga saat ini belum ditemukan kasus infestasi lain pada sapi maupun hewan lainnya di sekitar lokasi temuan tersebut.
Penemuan ini menjadi pukulan bagi peternak sapi AS yang selama setahun terakhir mewaspadai kemungkinan masuknya New World screwworm ke wilayah domestik setelah lalat pembawa parasit tersebut terus bergerak ke arah utara melalui Meksiko. Departemen Pertanian AS (USDA) sebenarnya telah memulai pembangunan fasilitas produksi lalat steril pada April lalu, yang dianggap para ahli sebagai metode paling efektif untuk memerangi hama tersebut. Namun fasilitas itu baru diperkirakan beroperasi pada akhir 2027. Sebagai langkah darurat, USDA bersama otoritas Texas langsung menghentikan pergerakan hewan dalam radius 20 kilometer dari lokasi kasus dan menerapkan berbagai tindakan pencegahan lainnya.
Baca Juga: Saham AIA, HSBC dan Standard Chartered Jatuh Setelah China Perketat Kontrol Modal Kini, setiap jalan utama yang keluar dari La Pryor dipasangi papan peringatan elektronik berwarna oranye yang meminta seluruh kendaraan pengangkut ternak berhenti di pos pemeriksaan. Petugas kepolisian dan personel negara bagian melakukan inspeksi terhadap hewan untuk mendeteksi tanda-tanda infestasi cacing pemakan daging. "Jika kita semua bekerja sama dan mengikuti pedoman pengobatan serta pembatasan pergerakan ini, tidak ada alasan untuk percaya bahwa kejadian ini akan menyebabkan hama tersebut menetap di sisi perbatasan kita," kata Rollins kepada wartawan. Sebelumnya, Rollins juga menyampaikan kepada anggota parlemen AS bahwa USDA yakin kasus ini dapat dikendalikan. Kasus tersebut merupakan yang pertama di Texas sejak 1966. Ia juga menegaskan bahwa screwworm tidak menimbulkan ancaman terhadap keamanan pangan. Meski demikian, pelaku pasar khawatir penyebaran yang lebih luas dapat semakin mengurangi populasi sapi AS yang saat ini berada pada tingkat terendah dalam 75 tahun terakhir, sekaligus menekan permintaan konsumen terhadap daging sapi.
Parasit Mematikan yang Menyerang Jaringan Hidup
Screwworm merupakan lalat parasit yang betinanya bertelur pada luka terbuka atau membran mukosa hewan berdarah panas. Setelah menetas, ratusan larva menggunakan mulut tajamnya untuk menggali dan memakan jaringan hidup inangnya. Jika tidak ditangani, infestasi ini dapat menyebabkan kematian hewan. "New World screwworm terdengar seperti sesuatu yang berasal dari film horor, tetapi ini nyata," ujar Nate Sheets, calon Komisaris Pertanian Texas dari Partai Republik. "Ini adalah keadaan darurat bagi sektor pertanian," katanya.
Baca Juga: Jepang Siapkan Hingga 14 Reaktor Nuklir Baru untuk Penuhi Lonjakan Kebutuhan Listrik Harga Sapi Berfluktuasi
Kontrak berjangka sapi bakalan (feeder cattle futures) di Chicago Mercantile Exchange sempat turun pada Kamis karena kekhawatiran bahwa wabah ini dapat mengurangi minat konsumen terhadap daging sapi. Namun harga kemudian berbalik naik lebih dari 3%. Para ahli memperingatkan bahwa industri peternakan Texas dapat menghadapi kerugian ekonomi hingga US$ 1,8 miliar apabila screwworm menyebar secara luas. "Kita perlu melihat seberapa cepat penyebarannya dan bagaimana reaksi konsumen," kata Matt Wiegand, pialang komoditas dari FuturesOne. "Sampai kita melihat dampak besar terhadap permintaan dari sisi konsumen, pasokan sapi masih tergolong ketat," tambahnya. Pasokan sapi di Amerika Serikat sendiri telah menurun akibat kekeringan berkepanjangan yang meningkatkan biaya pakan dan memaksa peternak mengurangi jumlah ternak mereka. Kondisi tersebut membuat perusahaan pengolahan daging besar seperti JBS, Cargill, dan Tyson Foods kesulitan memperoleh pasokan ternak yang cukup untuk memenuhi kebutuhan pabrik pengolahan daging sapi mereka. Lembaga Meat Institute yang mewakili perusahaan pengolahan daging mendesak USDA untuk mempertimbangkan pengiriman ternak berisiko rendah ke rumah potong hewan, meskipun pergerakan hewan di sekitar lokasi kasus saat ini dibatasi.
Perbatasan Tetap Ditutup untuk Ternak Meksiko
USDA telah menggelontorkan jutaan dolar untuk mencegah masuknya hama ini ke wilayah AS dan selama lebih dari satu tahun menutup impor ternak dari Meksiko.
Baca Juga: Bursa Australia Melemah Jumat (5/6) Pagi, Saham Tambang dan Energi Jadi Beban Utama Rollins menegaskan bahwa seluruh pintu masuk ternak dari Meksiko akan tetap ditutup hingga pemberitahuan lebih lanjut. Namun, menurut Lee Haines, profesor riset bidang ilmu biologi di University of Notre Dame, kasus terbaru ini menunjukkan bahwa lalat pembawa screwworm berhasil masuk ke Amerika Serikat dan berpotensi berkembang dalam populasi satwa liar. "Beban terbesar akan ditanggung para petani yang harus memantau hewan-hewan yang tersebar di padang penggembalaan terbuka yang sangat luas, yang sering kali tidak teramati selama berhari-hari," ujarnya.
Strategi Lalat Steril Kembali Diterapkan
Amerika Serikat pernah berhasil memberantas screwworm pada 1960-an melalui pelepasan massal lalat jantan steril. Lalat tersebut kawin dengan lalat betina liar sehingga menghasilkan telur yang tidak dapat berkembang biak. Otoritas AS kini kembali menerapkan strategi serupa dengan melepaskan lalat steril baik dari darat maupun melalui udara di sekitar lokasi kasus. Wakil Menteri USDA, Dudley Hoskins, mengatakan pemerintah tengah mengerahkan seluruh sumber daya yang tersedia untuk menekan penyebaran hama tersebut. "Kami benar-benar membanjiri wilayah terdampak dengan berbagai langkah pengendalian," kata Hoskins.