KONTAN.CO.ID - Kabar mengejutkan datang dari kancah politik Eropa Timur. Parlemen Ceko baru-baru ini memberikan suara untuk melindungi Perdana Menteri Andrej Babis dari tuntutan hukum terkait kasus penipuan subsidi Uni Eropa (EU) yang sudah berlangsung lama. Keputusan ini diambil oleh majelis rendah parlemen sebagai respons atas permintaan pengadilan untuk menyidangkan kembali sang miliarder tersebut. Keputusan ini diambil melalui pemungutan suara yang dramatis di tengah upaya otoritas hukum untuk menyeret sang miliarder ke meja hijau.
Detail Fakta dan Kronologi Kasus
Berdasarkan laporan yang dilansir dari Reuters, kasus ini berpusat pada dugaan penipuan subsidi sebesar 2 juta euro atau setara dengan Rp39.086.000.000 (kurs Rp19.543 per euro). Dana tersebut dikucurkan pada tahun 2008 untuk pembangunan pusat konferensi dan hotel mewah bernama Stork Nest yang terletak di pinggiran kota Praha. Inti dari permasalahan hukum ini adalah syarat penerima subsidi. Sesuai aturan Uni Eropa, dana tersebut seharusnya diperuntukkan bagi bisnis kecil dan menengah, bukan untuk grup usaha besar. Jaksa penuntut menuduh Babis menyembunyikan kepemilikan perusahaannya agar memenuhi syarat mendapatkan bantuan finansial tersebut. Namun, mengutip keterangan resmi saat sidang, Babis secara tegas membantah semua tuduhan tersebut dan menyebutnya sebagai upaya politik untuk menjatuhkan kredibilitasnya. Berikut adalah poin-poin utama dari pemungutan suara di parlemen:- Dukungan Koalisi: Anggota parlemen dari partai ANO didukung oleh mitra koalisi dari partai sayap kanan pro-Rusia (SPD) serta partai Motorists yang dikenal anti-Green Deal.
- Masa Perlindungan: Keputusan ini berarti Babis terlindungi dari penuntutan hingga masa jabatan parlemen berakhir pada tahun 2029.
- Pembatalan Sidang Ulang: Sebelumnya, pengadilan banding telah membatalkan vonis bebas Babis dan meminta pengadilan rendah melakukan persidangan ulang. Keputusan parlemen ini secara otomatis menghentikan proses hukum tersebut.
- Kasus Tomio Okamura: Selain Babis, parlemen juga menolak mencabut imunitas Ketua SPD, Tomio Okamura, yang menghadapi tuduhan ujaran kebencian.