Partai Demokrat AS Kembali Dorong Pembatasan Wewenang Perang Trump di Iran



KONTAN.CO.ID - Partai Demokrat di Amerika Serikat (AS) kembali mendorong upaya untuk membatasi kewenangan perang Presiden Donald Trump terkait konflik Iran, dengan pemungutan suara di Senat diperkirakan berlangsung secepatnya pada Rabu (15/4/2026).

Pemimpin Mayoritas Demokrat di Senat, Chuck Schumer menegaskan bahwa partainya akan terus mengajukan resolusi serupa selama konflik masih berlangsung.

Baca Juga: Raja Charles Kunjungi AS, Upaya “Soft Power” Pulihkan Hubungan dengan Trump


“Empat puluh lima hari sejak perang dimulai, Kongres justru tersisih karena rekan-rekan Republik menolak mengambil sikap tegas dan menghindar karena takut pada Trump,” ujar Schumer dalam pidatonya di Senat dilansir Reuters.

Langkah ini merupakan bagian dari serangkaian upaya Demokrat yang sejauh ini berulang kali gagal, karena ditolak oleh mayoritas tipis Partai Republik di Kongres.

Upaya Tekan Trump Terus Berlanjut

Demokrat bahkan telah menyiapkan sekitar 10 resolusi tambahan yang akan diajukan secara bergilir setiap pekan selama konflik Iran masih berlangsung.

Mereka ingin memaksa Gedung Putih menghentikan aksi militer atau setidaknya meminta persetujuan Kongres sebelum melanjutkan operasi militer.

Baca Juga: Goldman Sachs Ajukan ETF Bitcoin Perdana, Bidik Eksposur dan Pendapatan Opsi

Dalam sistem konstitusi AS, Kongres memiliki kewenangan untuk menyatakan perang. Namun, presiden tetap dapat melakukan operasi militer terbatas, terutama jika dianggap menghadapi ancaman langsung.

Pihak Gedung Putih sendiri menegaskan bahwa langkah Trump sah secara hukum sebagai panglima tertinggi untuk melindungi kepentingan nasional.

Dikaitkan dengan Isu Ekonomi dan Pemilu

Menariknya, Demokrat juga mengaitkan isu perang dengan tekanan ekonomi domestik. Gangguan pasokan minyak dan gas akibat konflik telah mendorong kenaikan harga bensin dan pupuk, memperburuk tekanan inflasi.

Baca Juga: AS-Iran Berpotensi Lanjutkan Perundingan Pekan Ini Meski Ada Blokade Pelabuhan

Isu kenaikan harga dinilai sangat sensitif bagi pemilih AS, terutama menjelang pemilu Kongres pada November mendatang.

Tekanan ini bahkan mulai mengkhawatirkan sebagian kalangan Partai Republik yang khawatir dampak ekonomi dapat memengaruhi elektabilitas mereka.

Republik Tetap Dukung Trump

Namun, Partai Republik sejauh ini tetap solid mendukung kebijakan Trump. Pemimpin Republik di Senat, John Thune, menyebut operasi militer berjalan efektif dan tidak memperkirakan konflik akan berlangsung lama.

Baca Juga: Harga Emas Dunia Melonjak 2%, Didorong Pelemahan Dolar dan Harapan Negosiasi AS-Iran

Ia menilai pemerintah memiliki tujuan dan strategi yang jelas, sehingga tidak perlu ada intervensi Kongres untuk saat ini.

Sementara itu, upaya legislasi Demokrat juga akan berlanjut di DPR AS, dengan pemungutan suara atas resolusi serupa diperkirakan digelar dalam waktu dekat.

Dengan dinamika politik yang masih terpolarisasi, peluang lolosnya pembatasan kewenangan perang terhadap Trump dinilai tetap kecil, meski tekanan politik dan ekonomi terus meningkat.