Partai Politik Bakal Gencar Memesan Produk-Produk Tekstil 12 Bulan Sebelum Pemilu



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Asosiasi Produsen Serat dan Benang Filament Indonesia (APSyFI) mengaku bahwa permintaan produk-produk tekstil dari kalangan partai politik biasanya akan datang 9 bulan-12 bulan sebelum Pemilu atau Pilpres digelar.

“Sampai saat ini belum ada pesanan produk tekstil dari partai-partai politik,” ujar Sekretaris Jenderal APSyFI Redma Gita Wirawasta, Selasa (20/9).

Ia menambahkan, biasanya para kontestan politik memesan produk tekstil meliputi pakaian, spanduk, bendera, hingga baliho.


APSyFI pun memastikan bahwa pihaknya memiliki kesiapan bahan baku yang cukup untuk memenuhi permintaan pembuatan produk-produk tekstil untuk kalangan peserta Pemilu. Ini mengingat kapasitas produksi serat di Indonesia mencapai 2,4 juta ton dalam setahun.

“Apabila dikonversi ke pakaian untuk kampanye maka akan setara dengan 300 juta kaos,” imbuhnya.

Baca Juga: SBY Ungkap akan Turun Gunung Hadapi Pemilu 2024, Ini Alasannya

Redma menilai, musim politik di atas kertas dapat menjadi berkah bagi para pelaku industri tekstil dan produk tekstil (TPT) nasional. Apabila seluruh pesanan dari peserta Pemilu dibuat oleh pelaku-pelaku industri TPT lokal, maka penjualan produk TPT ketika musim politik dapat naik di atas 50%.

“Tapi kalau dilihat kondisi sekarang dengan aturan impor yang masih longgar, kami agak pesimis,” jelasnya.

Dihubungi terpisah, Manajemen PT Pan Brothers Tbk (PBRX) memastikan tidak pernah ambil bagian dalam membuat produk-produk tekstil untuk kalangan peserta Pemilu.

“Sebab, order dari pelanggan brand sudah cukup padat bagi kami,” tukas Iswardeni, Sekretaris Perusahaan PBRX, hari ini (20/9).

Dalam berita sebelumnya, pihak PBRX pernah menyebut bahwa sekitar 97% penjualan perusahaan ini ditujukan untuk brand global. PBRX sendiri memiliki portofolio sejumlah klien internasional berupa merek fesyen terkemuka, misalnya Uniqlo, Adidas, The Nort Face, Salomon, Arcteryx, J Crew, Dillard, LL Bean, Macy’s Orvis, Stella Mc Cartney, Polo Ralpf Lauren, Colombia, Hunter, Black Diamond, Armada, Joe Brown, dan lain-lain.

Per kuartal I-2022, penjualan PBRX naik 0,83% year on year (yoy) menjadi US$ 127,21 juta. Sedangkan, laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk PBRX melesat 64,71% menjadi US$ 3,64 juta. Manajemen PBRX pun mengincar kenaikan penjualan sekitar 10% pada tahun ini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Anna Suci Perwitasari