Pasar Asia Menanti Arah The Fed, Saham Bergerak Variatif usai Data Tenaga Kerja AS



KONTAN.CO.ID - Pergerakan bursa saham Asia cenderung beragam pada perdagangan Jumat (3/7/2026), setelah data ketenagakerjaan Amerika Serikat (AS) yang lebih lemah dari perkiraan meredam ekspektasi pasar terhadap kenaikan suku bunga Federal Reserve (The Fed) dalam waktu dekat.

Mengutip Reuters, indeks MSCI Asia-Pacific di luar Jepang naik tipis 0,1% setelah mencatat pelemahan selama dua hari berturut-turut.

Baca Juga: Drama Adu Penalti Bukan Lagi Untung-untungan, Jadi Senjata Baru Tim di Piala Dunia


Namun, tekanan masih membayangi pasar saham Korea Selatan. Indeks KOSPI melemah seiring berlanjutnya aksi jual saham-saham semikonduktor, mengikuti penurunan tajam sektor chip di Wall Street.

Sementara itu, kontrak berjangka S&P 500 dan Nasdaq masing-masing menguat 0,1%, sedangkan indeks Nikkei 225 Jepang turun sekitar 1%.

Data Tenaga Kerja AS Melambat

Data pemerintah AS menunjukkan pertumbuhan lapangan kerja pada Juni melambat signifikan, sementara revisi data dua bulan sebelumnya juga menunjukkan penciptaan lapangan kerja lebih rendah dari perkiraan.

Baca Juga: Pengadilan AS Wajibkan Sidang Jaminan bagi Migran yang Ditahan Lebih dari 90 Hari

Di sisi lain, tingkat pengangguran turun menjadi 4,2% dari 4,3% pada Mei. Penurunan tersebut terjadi karena semakin banyak pekerja keluar dari angkatan kerja, sehingga tingkat partisipasi tenaga kerja turun ke level terendah dalam lebih dari lima tahun.

Analis Westpac menilai, data tersebut melemahkan pandangan bahwa The Fed masih akan menaikkan suku bunga pada paruh kedua tahun ini.

"Angka-angka tersebut menantang narasi bahwa The Fed masih berada di jalur untuk menaikkan suku bunga pada semester kedua tahun ini," tulis analis Westpac dalam risetnya.

Peluang The Fed Tahan Suku Bunga Menguat

Data ketenagakerjaan yang kurang menggembirakan membuat pelaku pasar mulai mengurangi ekspektasi kenaikan suku bunga dalam waktu dekat.

Berdasarkan CME FedWatch Tool, peluang The Fed mempertahankan suku bunga pada pertemuan 15–16 September meningkat menjadi 46,8%, dibandingkan 35,8% sehari sebelumnya.

Baca Juga: Harga Minyak Ditutup Naik Tipis Jelang Hari Libur Kemerdekaan AS

Di Wall Street, indeks S&P 500 ditutup relatif datar, sementara Nasdaq Composite turun 0,8% akibat tekanan pada saham teknologi.

Sebaliknya, Dow Jones Industrial Average mencatat rekor penutupan tertinggi baru.

Perdagangan di pasar saham AS akan libur pada Jumat (3/7) waktu setempat dalam rangka peringatan Hari Kemerdekaan Amerika Serikat.

Dolar Stabil, Minyak dan Emas Berbeda Arah

Di pasar valuta asing, dolar AS menguat tipis 0,2% terhadap yen Jepang ke level 161,44 yen per dolar AS pada awal perdagangan Asia.

Penguatan tersebut terjadi setelah pergerakan yen yang sempat bergejolak pada Kamis menyusul laporan Reuters bahwa otoritas Jepang menerapkan pendekatan baru dalam intervensi pasar valuta asing untuk menopang mata uangnya.

Baca Juga: Penyerapan Tenaga Kerja Swasta AS Melambat, Angkatan Kerja Turun ke Level Terendah

Sementara itu, indeks dolar AS (DXY) stabil di 100,98 setelah turun 0,5% pada sesi sebelumnya.

Di pasar komoditas, harga minyak mentah Brent turun 0,4% menjadi US$71,49 per barel. Sebaliknya, harga emas spot naik tipis 0,1% menjadi US$4.125,49 per ons troi.

Adapun di pasar aset digital, Bitcoin turun 0,4% ke US$61.306, sedangkan Ether melemah 0,7% menjadi US$1.692.