JAKARTA. Produk asuransi mikro diprediksi terus berkembang tahun ini. Ini tak lepas dari perhatian dan dukungan regulator dan para pelaku industri asuransi. Selain itu, pasar yang luas juga membuat produk asuransi ini menjanjikan potensi besar. Bahkan Jakub Nugraha, Senior Vice President Micro Insurance Asuransi Central Asia (ACA) menjelaskan akan ada produk asuransi mikro bersama yang digagas regulator. Sepanjang 2013, perusahaan mengemas pendapatan premi dari asuransi mikro tidak sampai Rp 500 juta. Artinya pendapatan premi dari asuransi mikro ACA baru sekitar 0,3% dibandingkan keseluruhan pendapatan premi ACA yang sebesar Rp 1,5 triliun sampai Rp 2 triliun. Di tahun ini, ACA masih menargetkan premi asuransi mikro sekitar Rp 500 juta. Menurut rencana, perusahaan akan memperluas pemasara,n dengan menjajaki beberapa pihak. Saat ini ACA telah bekerjasama dengan Indomaret dan PT Pos Indonesia untuk memasarkan produk asuransi mikro. Produk asuransi mikro berupa proteksi demam berdarah, kebakaran, gempa bumi, dan asuransi kios atau warung.
Optimisme yang sama diungkapkan oleh Business Development Director Avrist Assurance, Perry Diah. "Pada 2014 asuransi mikro akan semakin diminati masyarakat, terutama untuk masyarakat berpenghasilan terbatas, yang didukung edukasi Otoritas Jasa Keuangan OJK," katanya kepada KONTAN, Kamis (13/2). Adapun kontribusi pendapatan premi asuransi mikro Avrist antara 1%-2% dari total pendapatan premi perusahaan.