KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi cenderung volatil pada Senin (19/10). Efek tekanan berat yang melanda pasar usai pengumuman MSCI terkait usulan penurunan status Indonesia dari emerging market menjadi standalone market mewarnai bursa. Akibat pengumuman itu, IHSG anjlok 11,57% ke level 5.185,10 pada Jumat (16/10). Bersamaan dengan itu, investor asing juga mencatatkan aksi jual bersih alias net sell sektiar Rp 3,34 triliun. Analis BRI Danareksa Sekuritas, Reza Diofanda mengatakan, tekanan terhadap IHSG memang didominasi pengumuman terbaru MSCI soal nasib status pasar saham Indonesia. Sentimen ini makin diperberat kenaikan producer price index (PPI) Amerika Serikat (AS) sebesar 1,3% per bulan pada September 2026 serta ketidakpastian geopolitik dan pelemahan rupiah.
Pasar Bergejolak, IHSG Diprediksi Masih Akan Bergerak Volatil
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi cenderung volatil pada Senin (19/10). Efek tekanan berat yang melanda pasar usai pengumuman MSCI terkait usulan penurunan status Indonesia dari emerging market menjadi standalone market mewarnai bursa. Akibat pengumuman itu, IHSG anjlok 11,57% ke level 5.185,10 pada Jumat (16/10). Bersamaan dengan itu, investor asing juga mencatatkan aksi jual bersih alias net sell sektiar Rp 3,34 triliun. Analis BRI Danareksa Sekuritas, Reza Diofanda mengatakan, tekanan terhadap IHSG memang didominasi pengumuman terbaru MSCI soal nasib status pasar saham Indonesia. Sentimen ini makin diperberat kenaikan producer price index (PPI) Amerika Serikat (AS) sebesar 1,3% per bulan pada September 2026 serta ketidakpastian geopolitik dan pelemahan rupiah.