Pasar Bersiap Hadapi Perubahan di The Fed, Trump Segera Umumkan Ketua Baru



KONTAN.CO.ID - Pasar keuangan global bersiap menghadapi perubahan arah kebijakan moneter Amerika Serikat seiring rencana Presiden AS Donald Trump untuk menunjuk Ketua Federal Reserve (The Fed) yang baru pada Jumat (30/1/2026).

Penunjukan ini diharapkan mengakhiri ketidakpastian yang membayangi pasar selama berbulan-bulan terakhir.

Trump mengatakan pada Kamis bahwa ia akan mengumumkan pengganti Jerome Powell, yang masa jabatannya sebagai Ketua The Fed berakhir pada Mei mendatang.


Baca Juga: Israel Buka Kembali Perlintasan Rafah–Mesir Mulai Minggu

Pasar taruhan saat ini mengarah pada mantan Gubernur The Fed Kevin Warsh sebagai kandidat terkuat.

Seorang sumber yang mengetahui proses tersebut mengatakan kepada Reuters bahwa Warsh telah bertemu Trump di Gedung Putih pada Kamis.

Sejak awal tahun, pasar global diguncang oleh berbagai faktor, mulai dari ancaman tarif Trump terhadap sekutu Eropa terkait isu Greenland hingga meningkatnya ketegangan geopolitik.

Kekhawatiran juga bertambah setelah pemerintahan Trump bulan ini membuka penyelidikan pidana terhadap Powell, yang memicu spekulasi mengenai independensi bank sentral AS.

Baca Juga: Harga Emas Sempat Jebol US$5.000, Spekulasi Ketua The Fed Picu Koreksi Tajam

Meski demikian, kejutan tetap mungkin terjadi. Spekulasi soal calon Ketua The Fed sempat bergeser di antara beberapa nama, termasuk kepala manajer investasi obligasi BlackRock Rick Rieder dan penasihat ekonomi Gedung Putih Kevin Hassett.

Namun, platform taruhan saat ini menjagokan Warsh, yang dikenal sebagai pendukung kebijakan moneter ketat saat menjabat sebagai Gubernur The Fed pada 2006–2011.

Belakangan, Warsh juga menyatakan Trump benar dalam mendorong penurunan suku bunga.

“Jika yang ditunjuk memang Warsh, kita bisa melihat The Fed yang sedikit lebih hawkish,” kata Sonu Varghese, ahli strategi makro global di Carson Group, Chicago.

Sentimen tersebut mendorong pelemahan saham, sementara dolar AS dan imbal hasil obligasi pemerintah AS (Treasury) justru menguat pada Jumat.

Harga emas turun tajam sekitar 7%, seiring aset-aset yang sebelumnya diuntungkan oleh kebijakan longgar The Fed mengalami aksi ambil untung.

Baca Juga: Trump Siap Umumkan Pengganti Jerome Powell, Kevin Warsh Kandidat Kuat Ketua The Fed

Bitcoin turun lebih dari 2%, sementara kontrak berjangka saham AS melemah. Meski demikian, pasar suku bunga masih memperkirakan dua kali penurunan suku bunga The Fed pada paruh kedua tahun ini, setelah ketua baru resmi menjabat.

“Warsh akan dipandang sebagai pilihan yang kredibel dan dapat meredakan sebagian kekhawatiran soal independensi The Fed,” ujar Kepala Ekonom Jefferies, Mohit Kumar.

Namun, ia menambahkan bahwa pandangan Warsh cenderung hawkish dan kecil kemungkinan ia mendorong pelonggaran moneter agresif di luar yang dibenarkan oleh fundamental ekonomi. Kondisi ini dinilai akan menekan aset berisiko dan obligasi, sekaligus menopang dolar AS.

Dolar AS, yang melemah hampir 10% sepanjang tahun lalu, kembali tertekan dalam beberapa pekan terakhir akibat ketidakpastian kebijakan AS.

Namun, ekspektasi terhadap kepemimpinan baru The Fed mendorong penguatan dolar sekitar 0,5% terhadap mata uang utama lainnya.

Baca Juga: Harga Minyak Dunia Turun Hampir 1% Jumat (30/1), Trump Beri Sinyalkan Dialog ke Iran

Keputusan suku bunga The Fed tidak hanya memengaruhi biaya pinjaman antarbank, tetapi juga suku bunga jangka panjang yang tercermin pada imbal hasil obligasi AS bertenor panjang. Pergerakan ini berdampak langsung pada biaya pinjaman bagi rumah tangga dan dunia usaha.

Calon Ketua The Fed pilihan Trump akan disorot dari sisi kemampuannya menjaga kebijakan moneter tetap independen dari tekanan politik—sebuah faktor yang dinilai ekonom sebagai fondasi utama kredibilitas bank sentral dalam mengendalikan inflasi dan menjaga stabilitas keuangan.

Meski Warsh dikenal mendukung suku bunga rendah, ia juga mendorong perubahan rezim di The Fed, termasuk neraca yang lebih kecil.

Sikap ini berpotensi bertentangan dengan preferensi Trump terhadap kebijakan moneter yang lebih longgar.

Baca Juga: Kremlin: Putin Terima Permintaan Pribadi Trump untuk Hentikan Serangan ke Kyiv

“Warsh tercatat menyukai suku bunga rendah, tetapi sebagai imbalannya ia ingin neraca The Fed lebih kecil. Pasar mulai bertanya-tanya, seperti apa dunia dengan neraca The Fed yang lebih ramping,” kata Damien Boey, ahli strategi portofolio di Wilson Asset Management, Sydney.

Namun, ketidakpastian belum sepenuhnya hilang. Ekonom Investec Sandra Horsfield menilai, sekalipun Trump mengumumkan pilihannya, proses konfirmasi di Senat AS masih berpotensi memakan waktu di tengah tarik-menarik terkait isu independensi The Fed dan penyelidikan terhadap Powell.

Selanjutnya: Dapur Terasa Lebih Nyaman: Simak Tren Kabinet 2026 yang Prioritaskan Ketenangan

Menarik Dibaca: Dapur Terasa Lebih Nyaman: Simak Tren Kabinet 2026 yang Prioritaskan Ketenangan